Kualifikasi Euro 2016 menyisakan dua bulan atau tiga masa pertandingan (matchdays). Masa pertama dan kedua akan dimulai pada Kamis (3/9/2015) hingga Selasa (8/9). Pada kalender tersebut Islandia, Inggris, Slovakia, Austria, Swedia, Italia dan Kroasia berpeluang mengamankan tiket pertama menuju Prancis tahun depan.
Kroasia, pemimpin Grup H, akan bertandang ke Azerbaijan. Sementara Italia, tim peringkat dua Grup H, akan menjamu tim lemah Malta di Fiorentina.
Sedangkan tiga hari berselang, Italia tandang ke Bulgaria dan Kroasia dijamu Norwegia. Laga bagian kedua ini yang lebih sulit karena Bulgaria dan Norwegia juga berebut posisi tiga agar bisa melaju ke babak play-off pada November nanti.
Tapi, Pelatih Italia Antoni Conte tak peduli. Tim asuhannya harus menang dalam dua laga itu.
"Ini laga penting bagi kami. Kemenangan atas Malta dan Bulgaria bisa meloloskan kami ke Euro 2016. Saya minta para pemain melupakan masalah mereka d klub masing-masing. Kami harus fokus agar bisa meraih kemenangan," ujar Conte diwartakan The Local.it.
Pelatih yang mengantar tri gelar juara Serie A beruntun untuk Juventus itu patut waspada, meski hanya menjamu Malta yang belum pernah menang dalam enam laga Grup H.
Saat Gli Azzurri menang 1-0 silam, Malta bertahan dengan delapan pemain. Namun Italia juga punya catatan tak terkalahkan dalam 46 laga kualifikasi sejak Desember 2006 (kalah 1-3 dari Prancis).
Adapun Malta tak pernah mencetak gol ke gawang Italia dalam tiga pertemuan sejak takluk 1-6 pada Maret 1993.
Sementara pertemuan Azerbaijan dengan Kroasia akan menarik lantaran tuan rumah ditangani pelatih baru Robert Prosinecki -- eks pilar timnas Kroasia. Di bawah kendali pelatih berusia 46 ini, Azerbaijan tak pernah kalah dan kebobolan dalam dua laga Grup H -- menang 2-0 atas Malta dan 0-0 dengan Norwegia.
Sedangkan Kroasia juga belum terkalahkan dalam delapan laga kualifikasi sejak takluk 0-2 dari Skotlandia pada Oktober 2013. Tapi untuk partai tandang ini, skuat asuhan Niko Kovac -- teman seangkatan Prosinecki di timnas silam -- tak akan ditemani para pendukungnya.
Kroasia melarang para suporternya ikut ke Azerbaijan lantaran pernah berulah rasisme dengan memasang logo swastika Nazi di lapangan kala bermain 1-1 dengan Italia pada Juni silam. Larangan juga berlaku saat Kroasia melawan Norwegia (6/9) dan Malta (13/10).
Tentu saja Kroasia tidak mau bermurah hati pada pendukungnya. Alasannya, seperti dikabarkan Reuters, ancaman UEFA.
"Melihat hukuman baru-baru ini dari UEFA (terhadap insiden rasisme) dan penjelasan mereka, Kroasia bisa dicoret dari Euro bila insiden rasisme kembali terjadi.
"Ini keputusan sulit untuk para suporter. Tapi kami harus berkorban untuk memerangi hooliganisme dan memastikan jutaan pendukung Kroasia berada di balik kami saat putaran final Euro 2016," demikian pernyataan resmi asosiasi sepak bola Kroasia (NHS).
from Google Newsstand RSS Beritagar.id http://ift.tt/1XfMfLi
via Hatree Indonesia
Posting Komentar
Posting Komentar