Hotel Okura, hotel bersejarah di Tokyo, Jepang dihancurkan. Hotel yang telah berdiri 53 tahun ini bakal dibangun yang baru. Dua bangunan baru disiapkan di lokasi Hotel Okura untuk menyambut Olimpiade 2020.
Japan Times melansir, pada hari terakhir bangunan ini berdiri, wartawan, karyawan dan para tamu berkumpul di lobi utama. Seorang pianis menghibur mereka.
"Dua bulan terakhir banyak tamu lama yang datang, mereka sedih, tapi keputusan sudah bulat," kata Daisuke Kshidaka, senior front desk manager yang sudah bekerja di hotel ini selama 26 tahun. Daisuke yakin para tamu akan tetap datang dan menginap di Hotel yang baru nanti.
Kantor berita AFP yang dilansir Yahoo menulis Hotel Okura, yang letaknya di seberang Kedutaan Besar Amerika Serikat, adalah tempat menginap mantan Presiden Amerika Serikat Richard Nixon danPresiden Barack Obama.
Selain mereka, menurut Asahi, Presiden Prancis Jacques Chirac dan Perdana Menteri Manmohan Singh juga menginap di sini. Novelis Yasunari Kawabata (1899-1972) dan Ryotaro Shiba (1923-1996) juga rutin mengunjungi Hotel Okura. Bahkan James Bond di novel Ian Fleming "You Only Live Twice" muncul di Hotel Okra.
Hotel Okura dibuka pada Mei 1962, dua tahun sebelum Olimpiade Tokyo. Tarif kamarnya antara $370 (Rp5,2 juta) sampai $1000 (Rp1,4 juta). Hotel Okura dikenal hotel dengan eksterior dan interior yang elegan. Lobi utamanya disebut "Okura lanterns".
"Ini desktruksi kebudayaan, bangunan hotel ini adalah perpaduan keindahan Jepang dan hotel ala Barat," kata Tadashi Yamane, profesor desain urban di Tokyo City University dikutip South China Morning Post.
Majalah asal Inggris Monocle, ditulis BBC, menyebut penutupan ini sungguh menyedihkan dan sebuah kehilangan besar. Sebelumnya, Monocle membuat petisi "Save the Okura Hotel", ada 9.000 nama yang terkumpul.
Menurut penulis Monocle, Fiona Wilson, banyak yang bertanya mengapa Monocle sangat peduli dengan Hotel Okura. "Alasannya bangunan ini adalah tengara hasil dari sekumpulan arsitek dan seniman di era modern Jepang," kata Fiona dikutip Japan Times.
Bukan hanya bangunan, lanjut Fiona, tapi suasana, desain 1960-an, perempuan berkimono di lift, restoran dan toilet tua yang masih terawat.
Ini desktruksi kebudayaan, bangunan hotel ini adalah perpaduan keindahan Jepang dan hotel ala Barat
Tadashi Yamane, profesor desain urban di Tokyo City University
Hotel yang baru rencananya akan diresmikan pada 2019 dengan 38 lantai dan 550 kamar. Sebelumnya ada 408 kamar. Dalam keterangan Hotel Okura Tokyo Co, bangunan yang baru nanti representasi dari keindahan tradisional Jepang.
Area hotel sells 1,3 hektare juga sebagian akan dibiarkan menjadi ruang hijau sebagai oasis Tokyo. Area ini juga bisa menjadi tempat evakuasi bila terjadi bencana di pusat kota Tokyo.
Seperti ditulis Financial Times, pada Senin malam, beberapa jam sebelum hotel ditutup ada suasana haru. Ratusan orang hadir, beberapa tamu bahkan menangis. Sayonara Hotel Okura.
from Google Newsstand RSS Beritagar.id http://ift.tt/1XffaPx
via Hatree Indonesia
Posting Komentar
Posting Komentar