Burung laut
Burung laut

Seperti pernah kami tuliskan pada 19 Agustus 2015, laut nampaknya lama-kelamaan menjadi tempat pembuangan sampah plastik yang membahayakan kehidupan binatang di dalamnya.

Saat itu Beritagarid mewartakan tentang Christine Figgener, seorang ahli penyu dari Texas A&M University di College Station baru-baru ini menolong seekor penyu yang hidungnya tertusuk sedotan plasti di lepas pantai Costa Rica.

Ternyata, seperti diberitakan oeh ScienceTimes.com, insiden yang dialami oleh kura-kura itu juga dialami oleh binatang laut lainnya, yaitu burung laut.

Sebuah penelitian berjudul "Threat Of Plastic Pollution To Seabirds Is Global, Pervasive, And Increasing" menyebutkan bahwa 99 persen dari seluruh spesies burung laut duni akan terdampak oleh plastik pada 2050.

Studi itu dipimpin oleh Dr. Chris Wilcox bersama Dr. Denise Hardesty dan Dr. Erik van Sebille dari Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO), sebuah badan pemerintah Australia dan Imperial College London.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal PNAS itu menyebutkan 60 persen dari semua spesies burung laut ternyata mempunyai plastik dalam perut mereka.

Usai menganalisis berbagai terbitan ilmiah sejak tahun 1960-an, ForexReportDaily.com menuliskan para peneliti menemukan fakta bahwa burung-burung laut itu semakin kesulitan untuk menghindari mengonsumsi plastik.

Plastik-plasti yang dikonsumsi oleh burung laut itu masuk ke dalam samudra dari sungai-sungai yang melintasi perkotaan dan saluran pembuangan limbah. Demikian disimpulan oleh TheMarketBusiness.com

Kemudian burung-burung itu makan plastik atau secara tidak sengaja memakannya.

TVnewsRoom.org menyebutkan para peneliti menggunakan berbagai terbitan ilmiah, model oseanografik dan model ekologis untuk memprediksi risiko tertelannya plastik oleh 186 spesies burung laut di seluruh dunia.

Celakanya, plastik yang masuk dalam perut burung ini bisa menyebabkan gangguan pencernaan dan juga mengakibatkan turunnya berat badan burung. Hal ini kemudian berujung pada matinya spesies ini.



from Google Newsstand RSS Beritagar.id http://ift.tt/1K0euI9
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Posting Komentar