Calon Presiden dari Partai Republik Donald Trump saat melakukan konferensi pers di lobi Trump Tower New York, 03 September 2015.
Calon Presiden dari Partai Republik Donald Trump saat melakukan konferensi pers di lobi Trump Tower New York, 03 September 2015.

Kunjungan Ketua DPR Setya Novanto dan Wakil Ketua DPR Fadli Zon bersama rombongan menemui bakal calon Presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Donald Trump bikin heboh di tanah air. Mereka berkunjung ke AS mulai

31 Agustus-12 September 2015 untuk menghadiri IPU Speakers Conference (Inter Parliamentary Union) atau Konferensi Ketua Parlemen Dunia ke-4. Acara IPU sendiri berlangsung dari tanggal 31 Agustus hingga 2 September.

Namun usai acara IPU, pada 3 September, rombongan Setya Novanto menemui Donal Trump yang sedang melakukan konferensi pers di Trump Tower, Manhattan, New York.

Kehadiran rombongan Setya Novanto itu menuai kritik tajam karena dianggap tidak etis. Salah satu kritik itu muncul dari orang Indonesia yang menjadi Imam besar masjid di New York, Shamsi Ali.

Shamsi Ali, seperti dikutip tempo.co, menilai pertemuan rombongan Ketua DPR sebagai sebuah dukungan politik menjelang pemilu AS pada November mendatang.

Kritik yang diunggah dalam akun facebooknya itu berbunyi:

Saya sayangkan Ketua DPR bertemu dengan Donald Trump, apalagi dalam acara kampanyenya.

Pertama sangat tidak etis karena posisinya sebagai ketua DPR. Ketua DPR mewakili negara. Dan negara tidak etis mendukung salah satu calon, apalagi menghadiri acara kampanye.

Kedua, ketua DPR kita diterima tidak lebih dari 3 menit unik sekedar memperlihatkan muka di depan panggung. Sungguh merendahkan martabat bangsa dan negara untuk sekedar tersenyum di depan publik Amerika pendukung Donald Trump.

Ketiga, menandakan tidak adanya jalan lain untuk mengatakan bahwa pejabat kita memang sedang keluar negeri untuk sebuah perjalanan dinas. Terus terang, saat ini ada banyak anggota DPR ke AS justru di saat Congress sedang reses (liburan). Mereka lebih banyak menghabiskan waktu jalan-jalan dan belanja.

Keempat, Donald Trump dikenal rasis dan anti imigran, termasuk anti Muslim. Harusnya seorang ketua DPR harus berhati-hati. Jangan sampai pertemuan itu menjadi pembenaran sikap dia yang rasis.

Tolong disebar luaskan ini. Di saat bangsa ini menghadapi kesulitan ekonomi dengan jatuhnya harga rupiah, seharusnya pejabat negara kita semakin sensitif. Kita sadar anggaran itu ada untuk dipakai jalan. Tapi minimal ada rasa solidaritas untuk tidak memakai anggaran pada hal-hal yang tidak penting di saat rakyat menggeliat dalam
Kesulitan...

New York, 3 September 2015

Fadli pun menjawab kritikan itu. Kata dia, pertemuannya dengan Trump bukan kampanye, tapi konferensi pers yang diadakan di gedungnya sendiri di lobi Trump Plaza.

Namun Shamsi menilai konferensi pers tersebut bagian dari kampanye. Ia mengkritik Novanto dan Fadli yang berbaris di belakang Trump saat pengusaha kaya itu sedang berpidato. "Memang bukan mendukung, tapi hadir dalam acara untuk kampanye walau itu konferensi pers dapat ditafsirkan sebagai dukungan oleh calon lain," ujar Shamsi.

Fadli meminta jawabannya itu juga diunggah dan disebar di media sosial seperti saat Shamsi melontarkan kritik. Karena Fadli menganggap Shamsi telah menyebar fitnah.

"Apakah bisa meralat keterangan di Facebook? Soalnya, ini berawal dari keterangan Bapak yang salah, isu melebar dan dimanfaatkan lawan politik. Apakah ini memang maksud Bapak?" kata Fadli Zon.

Bahkan Fadli mengancam akan membawa masalah tersebut ke ranah hukum jika Shamsi tak mengoreksi pernyataannya di media sosial. "Jika tidak, saya akan melayangkan somasi sebagai pelanggaran terhadap UU ITE. Saya akan tunjuk pengacara saya," kata Fadli seperti dikutip kompas.com.

Diancam seperti itu, Shamsi justru semakin berani mengungkapkan keburukan para anggota Dewan kepada masyarakat.

"Kalau pemahaman saya dianggap fitnah dan mau somasi, itu juga hak Anda sebagai pejabat negara. Artinya, reaksi Anda seperti ini juga memberikan saya pemahaman lebih jauh tentang siapa dan seperti apa anggota Dewan terhormat," kata Shamsi.



from Google Newsstand RSS Beritagar.id http://ift.tt/1hOrRjx
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Posting Komentar