Jelang penyelenggaraan konser band rock masyhur Bon Jovi di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, 11 September 2015, hal yang ditakutkan oleh Live Nation Indonesia sebagai promotor kejadian juga. Berbagai suvenir dan tiket konser palsu mulai menelan korban.
Adalah Deki Surahmat, karyawan Universitas Indonesia, bersama puluhan orang lainnya yang jadi korban penjualan tiket palsu melalui situs ticketbonjovi.com.
Kepada Rolling Stone Indonesia (2/9/2015), Deki yang merangkap juru bicara para korban lainnya mengatakan bahwa kerugian hingga saat ini telah lebih dari Rp101 juta.
Kronologis kejadian berawal ketika Deki ingin membeli tiket konser Bon Jovi. Situs penipuan tersebut muncul dalam daftar teratas kolom pencarian Google. Karena situsnya terlihat rapi, teratur dan meyakinkan, Deki berketetapan hati untuk membeli.
Apa lacur, setelah melakukan pembayaran melalui Anjungan Tunai Mandiri (ATM), bukannya mendapatkan tiket, Deki malah dikirimi lagi surat elektronik (surel) yang berisi info bahwa tiket asli baru bisa ditukar saat hari pelaksanaan konser.
Ini berbeda dengan konfirmasi yang terkirim 30 Agustus yang menyatakan bahwa tiket konser bisa ditukar tiga hari sebelum konser.
Dalam surel kedua tersebut, tanda-tanda penipuan mulai tampak karena mendadak alamat surel yang dipakai kini menjadi Gmail.
Sadar telah ditipu, Deki bersama korban lainnya coba menghubungi lewat berbagai saluran komunikasi, mulai dari telepon, surel maupun kanal chat yang tersedia di situs ticketbonjovi.com.
Usaha mereka sia-sia karena tak kunjung mendapat respon. Kini dugaan penipuan tersebut telah dilaporkan ke Polda Metro Jaya.
Perihal modus penjualan tiket palsu, promotor telah mengingatkan lewat akun Twitter @LiveNationINDO. Terlebih ketika menyeruak gosip di media sosial soal info harga tiket masuk yang mencapai Rp5,8 juta untuk kelas VVIP hingga Rp1,2 juta untuk kelas tribun, Juni 2015. Tiket asli hanya dijual melalui situs bonjovijakarta.com.
This Website is NOT #bonjovijakarta official ticket box. Be Careful! http://t.co/5cRPyRWRMl http://pic.twitter.com/mbBtzEI7ku
— Live Nation IND (@LiveNationINDO) August 27, 2015
Perhatian! Ini bukan Tiket ataupun Voucher #bonjovijakarta HATI - HATI dalam melakukan pembelian http://pic.twitter.com/Paahf50Nap
— Live Nation IND (@LiveNationINDO) August 27, 2015
Jika melihat dengan saksama, harga tiket yang dibanderol situs ticketbonjovi.com juga berbeda dengan harga tiket asli. Setiap kelas mengalami kenaikan harga mencapai Rp67 ribu.
Karenanya Live Nation Indonesia dengan tegas menyatakan bahwa situs tersebut bukanlah tempat menjual tiket konser Bon Jovi yang resmi.
Selain harus lebih waspada terhadap berbagai modus penjualan tiket palsu, promotor juga mengingatkan adanya lapak jualan dalam jaringan yang menjual suvenir berupa kaos konser Bon Jovi seolah-olah produk tersebut asli.
This is NOT #bonjovijakarta Official Merchandise RT @konserbonjovi: http://pic.twitter.com/l7GaYreHKg
— Live Nation IND (@LiveNationINDO) August 20, 2015
from Google Newsstand RSS Beritagar.id http://ift.tt/1LVL9kc
via Hatree Indonesia
Posting Komentar
Posting Komentar