Makanan sumber Omega 3
Makanan sumber Omega 3

Omega 3 selama ini diyakini sebagai suplemen yang bisa meningkatkan fungsi kognitif otak. Iklan yang gencar dari para produsen suplemen kesehatan dan ketersediaannya yang banyak di pasaran nampaknya membuat masyarakat menyetujui klaim itu. Namun, berdasarkan penelitian terbaru yang dilaporkan oleh sius ABC.net.au ternyata suplemen omega 3 tidak memiliki manfaat untuk dikonsumsi oleh orang lansia.

Namun, Omega 3 yang didapatkan dari sumber alami, seperti ikan salmon, biji kenari dan biji rami justru lebih banyak memberikan manfaat, terutama untuk kesehatan otak dan jantung, dibandingkan omega 3 berbentuk suplemen.

Situs Deherba menyebutkan Omega 3 merupakan salah satu jenis lemak tidak jenuh yang sangat dibutuhkan tubuh. Sayangnya, tubuh tidak dapat menghasilkan sendiri jenis lemak ini sehingga kebutuhan akan lemak jenis ini harus didapatkan melalui asupan makanan.

Para ahli gizi menyatakan bahwa tubuh membutuhkan sekitar 300 mg Omega 3 per harinya. Omega 3 sebagian besar dapat ditemukan pada ikan-ikanan seperti ikan Salmon, ikan Tuna, ikan air tawar, Makerel, Hering, ikan Tenggiri, dan ikan sarden (ikan Lemuru).

"Jika orang berpikir suplemen omega 3 akan membantu fungsi kognitif, itu sia-sia. Omega 3 tidak memiliki fungsi apa pun bagi Anda yang berusia lebih tua," kata wakil direktur klinis di National Eye Institute, bagian dari National Institutes of Health, Emily Chew seperti dikutip oleh WashingtonPost.com.

Penelitian ini, seperti diwartakan oleh Telegraph melibatkan 4.000 peserta yang berisiko mengembangkan degenerasi makula yang berkaitan dengan usia, yang merupakan penyebab utama kehilangan penglihatan bagi kalangan orang yang lebih tua di Amerika.

Peserta dibagi menjadi empat kelompok dan secara acak ditugaskan untuk mengkonsumsi suplemen omega 3. Peserta penelitian yang rata-rata berusia 73 tahun ini kemudian diuji tingkat ingatan, perhatian dan memori mereka pada awal penelitian hingga dua sampai empat tahun kemudian.

Pada penelitian yang diterbitkan dalam Journal of the American Medical Association ini, para peneliti hanya melihat dampak dari suplemen omega 3 saja. Peneliti tidak mencatat manfaat dari makanan tinggi omega 3 lainnya.

"Kami tidak tahu apakah suplemen ini bermanfaat pada usia yang lebih muda atau tidak," kata Chew.



from Google Newsstand RSS Beritagar.id http://ift.tt/1IL241v
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Posting Komentar