Ratusan pengungsi Muslim memutuskan untuk menjadi jemaat Kristiani demi meningkatkan peluang untuk memasuki wilayah Jerman.
Para pencari suaka yang rata-rata berasal dari Iran dan Afghanistan itu mengubah keyakinan di sebuah gereja evangelis di Berlin, demikian Daily Mail.
Jerman tahun ini kemungkinan akan kedatangan sekitar 800.000 pengungsi yang sebagian besar datang dari Timur Tengah dan Eropa Timur.
"Apa yang kami alami sekarang akan mendiami dan mengubah negara kami dalam beberapa tahun mendatang," ujar Kanselir Jerman, Angela Merkel, dinukil dari The Telegraph. "Kami menginginkan perubahan yang positif, dan kami yakin itu bisa diraih."
Reuters melaporkan bahwa keputusan Jerman itu diambil setelah pemerintah yakin dengan posisi anggaran dalam negeri. Pasalnya, pemasukan dari pajak lebih tinggi dari harapan. Alhasil, ruang untuk belanja publik tambahan mencapai hingga 5 miliar euro tahun ini, atau hampir Rp80 triliun.
Pada sebuah acara pembaptisan, pastur Gottfried Martens bertanya kepada seorang pengungsi Iran: 'Apakah Anda akan meninggalkan Islam?' Sang pengungsi, Mohammed Ali Zonoobi, menjawab, "Ya."
Zonoobi adalah seorang tukang kayu. Ia tiba di Jerman bersama istri dan kedua anaknya sekitar lima bulan lalu.
Martens menyadari perpindahan keyakinan itu diupayakan demi meningkatkan peluang tinggal. Namun, menurut sang pastur, motivasi itu adalah hal remeh.
Di negeri asalnya, tindakan Zonoobi itu akan dikenai hukuman mati atau penjara. Oleh karena itu, pemerintah Jerman agaknya takkan mendeportasi pengungsi Iran dan Afghanistan yang telah masuk Kristen.
Pria itu mengaku telah menghadiri upacara sembahyang secara diam-diam saat sekelompok temannya memperkenalkan Injil kepadanya pada usia 18 tahun di Iran.
from Google Newsstand RSS Beritagar.id http://ift.tt/1NeOFoD
via Hatree Indonesia
Posting Komentar
Posting Komentar