Orang terkaya ketiga di Mesir menawarkan pembelian sebuah pulau dari Yunani atau Italia yang ditujukan untuk tempat suaka para pengungsi dari Suriah dan daerah konflik lainnya di Timur Tengah dan Afrika.
Lewat akun Twitter, konglomerat telekomunikasi Naguib Sawiris mengajukan tawaran tersebut. Ia mengatakan, pulau akan diberikan kemerdekaannya tersebut akan menjadi tempat hunian bagi para pengungsi.
Greece or Italy sell me an island,ill call its independence and host the migrants and provide jobs for them building their new country
— Naguib Sawiris (@NaguibSawiris) September 1, 2015
Crazy idea .. Maybe but at least temporary until they can return to their countries ??!!
— Naguib Sawiris (@NaguibSawiris) September 1, 2015
Dikutip dari Daily Mail, penawarannya datang beberapa hari setelah foto menyedihkan dari seorang bocah Suriah berusia tiga tahun, Aylan Kurdi, yang tewas tenggelam di Laut Mediterania dan mayatnya terbawa arus hingga ke pesisir pantai Turki.
Ia berencana untuk menamakan pulau tersebut dengan nama Pulau Ilan, yang terinspirasi dari nama bocah tersebut.
Sawiris memperkirakan, harga dari satu pulau di Yunani atau Italia bisa berkisar antara USD10 juta dan USD100 juta (sekitar Rp142,2 miliar dan Rp1,42 triliun), namun yang terpenting di sana adalah investasi di bidang infrastruktur.
Lewat sebuah wawancara dengan stasiun televisi, Sawiris mengatakan dalam waktu dekat dirinya akan menemui baik pemerintah Yunani ataupun Italia terkait rencananya ini.
"Anda (Yunani/Italia memiliki ratusan pulau yang tidak berpenghuni, dan mampu menampung ratusan dari ribuan pengungsi," kata Sawiris.
Jika rencananya berhasil, maka pertama ia akan menyediakan penampungan sementara untuk para pengungsi, lalu akan mulai merekrut orang untuk membangun sarana seperti perumahan, sekolah, kampus dan rumah sakit.
"Dan jika keadaan semakin membaik, siapapun yang ingin kembali (ke kampungnya) bisa kembali," kata Sawiris seperti yang ditulis Forbes.
"Terkadang aku berpikir para politisi itu tidak memiliki hati,"
Sayangnya, hingga saat ini kedua pemerintah Yunani maupun Italia belum berkomentar terkait proposal yang diajukannya ini.
"Terkadang aku berpikir para politisi itu tidak memiliki hati," kata Sawiris dalam sebuah wawancara bersama CNN.
"Yang aku butuhkan hanyalah izin untuk menempatkan para pengungsi di pulau itu. Setelah itu aku tidak membutuhkan apa-apa lagi dari mereka (otoritas Yunani/Italia). Akan aku bayar pulau itu, aku sediakan pulau, dan juga kebutuhan logistiknya, aku tahu aku bisa melakukannya," sambungnya.
Lebih dari 300,000 pengungsi tiba di daerah perbatasan sebelah selatan Eropa tahun ini. Mereka mencoba lari dari peperangan dan kemiskinan di Suriah, Afghanistan dan daerah konflik lainnya.
Siapakah Naguib Sawiris?
Sawiris adalah CEO dari perusahaan telekomunikasi terbesar di Mesir, Orascom TMT.
Orascom mengoperasikan jaringan telepon genggam dan jaringan komunikasi bawah laut, lapor Yahoo! News seperti yang ditulis Heavy.com.
Pada tahun 1990, perusahaan ini dibagi menjadi empat: Orascom Telecom Holding (yang dijalankan oleh Sawiris), Orascom Construction Industries, Orascom Hotels & Development dan Orascom Technology Systems. Lewat akun Twitternya, ia menyebut dirinya sebagai "Pejuang bebas, lelah tapi kuat! Kepada Tuhan aku percaya!"
Ia juga bergabung dengan banyak organisasi, termasuk anggota dari Dewan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Mesir.
Sawiris tinggal di Kairo, menikah dan memiliki empat orang anak. Ia adalah seorang Kristen yang mengikuti ajaran Coptic Orthodox Church.
Seluruh keluarga dari Sawiri adalah pengusaha. Kakaknya, Nassef, adalah CEO dari Orascom Construction Industries. Saudara laki-lakinya yang lain, Samih, menjalankan Orascom Hotels & Development. Sementara ayahnya, Onsi, adalah yang mendirikan Orascom pada 1950.
Total kekayaan Sawiris adalah USD2,9 triliun atau sekitar Rp41,5 triliun. Dan menurut Forbes, Sawiris adalah orang terkaya nomor 544 di dunia.
Sawiris sudah menyadari kekuatan Twitter untuk menyuarakan banyak aksinya.
Pada bulan Juni 2011, dia pernah men-tweet-kan gambar Mickey Mouse dan Minnie Mouse berjanggut. Hal itu memicu amarah sejumlah ulama Islam. Bahkan para ulama saat itu menyerukan agar taipan Mesir itu dibunuh atas tuduhan penghujatan.
Dia juga pernah membuat kontroversi ketika sebuah video yang menunjukkan dia bersama para penari perempuan yang menanggalkan pakaiannya.
Miliarder ini pernah berdiri menentang Ikhwanul Muslimin di Mesir dan presidennya, Mohamed Morsi, yang berkuasa tahun 2012-2013.
Namun, partai Sawiris tidak ikut terlibat saat militer pimpinan Abdel Fatah el-Sisi (Presiden Mesir sekarang) mengkudeta Morsi pada Juni 2013.
from Google Newsstand RSS Beritagar.id http://ift.tt/1iqXjoI
via Hatree Indonesia
Posting Komentar
Posting Komentar