Pengunjung mengamati miniatur kereta cepat dalam Pameran Kereta Cepat Dari Tiongkok di Jakarta, Kamis (13/8).
Pengunjung mengamati miniatur kereta cepat dalam Pameran Kereta Cepat Dari Tiongkok di Jakarta, Kamis (13/8).

Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung memicu kontroversi. Kompas melansir, Menteri Perhubungan Iganasius Jonan mengatakan kereta cepat yang memiliki kecepatan di atas 300 kilometer per jam tidak cocok untuk rute pendek Jakarta-Bandung yang hanya sekitar 150 kilometer.

Sedangkan Wali Kota Ridwan Kamil mendukung proyek kereta super cepat Jakarta-Bandung. "Saya dukung karena akan kompres waktu dari tiga jam ke 30 menit," ujar Kamil pada acara Kongres Diaspora di Jakarta pada Kamis (13/8/2015) dikutip Tempo. Namun Kamil menyerahkan kepada pemerintah pusat.

Menurut Ketua Institut Studi Transportasi Darmaningtyas, seperti dilaporkan BBC, jalur Jakarta-Bandung sudah dilayani oleh jaringan kereta api dan memiliki jalan tol yang bagus.

Warga Bandung yang bekerja di Jakarta, Firni Fadzriani, 25, tidak setuju dengan proyek kereta cepat. "Tidak pengaruh, kan jaraknya pendek, pasti mahal, saya lebih setuju Jakarta-Yogyakarta," ujarnya kepada beritagar. Firni setiap pekan pulang ke Bandung. Selama ini ia memilih naik mobil pribadi untuk pulang, transportasi kedua yang dia pilih travel, sebutan untuk angkutan minibus. "Ketiga baru kereta," kata dia.

Berdasarkan kajian lembaga konsultan, menurut Darmaningtyas yang dikutip BeritaSatu, setiap hari ada 143.518 perjalanan ke Bandung. Transportasi yang dipilih:

  • Kendaraan pribadi 127.133
  • Minibus (travel) 13.000-14.000 penumpang per hari
  • Kereta Api Parahyangan 2.000-2.500 penumpang per hari
  • Bus (primajasa) 1.000 penumpang per hari

Banyaknya perjalanan ke Bandung memang tidak mengherankan, pada 2014 turis lokal dan asing memilih Bandung sebagai daerah wisata terfavorit. "Hasil survei independen dari Facebook," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung Herlan Jurliawan kepada Tempo, Sabtu (31/9/2015). Kunjungan wisatawan ke Bandung pada 2014 sebanyak 5,5 juta orang.



from Google Newsstand RSS Beritagar.id http://ift.tt/1JSnHSM
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Posting Komentar