Lobi Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri ke Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, terwujud juga. "Saya bilang ke Pak Zul (Zulkifli Hasan), ayo masuk gabung ke PDIP, biar kalau voting kita menang," kata Megawati seperti dikutip ROL.
Dan lobi yang dilakukan pertengahan Agustus lalu itu, terwujud hari ini. Datang ke Istana Merdeka bersama Sekjen PAN, Eddy Soeparno dan Ketua Majelis Pertimbangan Partai Soetrisno Bachir, Zulkifli menyatakan bergabung dengan pemerintahan Jokowi.
"Kalangan internal PAN sepakat untuk bergabung dengan pemerintah. Kalau sebelumnya mendukung, sekarang bergabung untuk menyukseskan seluruh program pemerintah demi kepentingan bangsa dan negara," kata Zulkifli saat memberikan keterangan pers di Istana Merdeka, Rabu (2/9/2015) seperti dikutip tempo.co. Konferensi itu juga dihadiri Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto.
Zulkifli beralasan, PAN ingin turut menjaga stabilitas politik dan pemerintahan, khususnya di tengah situasi ekonomi dunia yang sedang tidak stabil. "PAN menilai sudah saatnya seluruh stakeholder negeri ini bersatu untuk mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan politik," katanya.
Presiden Jokowi menyambut baik keputusan PAN itu. "Saya melihat PAN mengutamakan kepentingan negara dan rakyat. Semoga ini menjadikan semangat bersama, dan semoga menjadi bagian dari perubahan menuju Indonesia yang lebih baik," katanya seperti dikutip CNNIndonesia.
Apakah keputusan itu dibicarakan dengan Koalisi Merah Putih pimpinan Prabowo Subianto? "Dalam waktu dekat kami akan sampaikan ke KMP," ujar Zulkifli seperti ditulis sindonews.com.
Saat pemilihan presiden 2014 lalu, PAN merupakan salah satu penyokong Koalisi Merah Putih yang mengusung pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Meski kalah, KMP masih terus mempertahankan wujudnya di parlemen. Di parlemen KMP memiliki suara mayoritas. Dengan bergabungnya PAN ke pemerintah Jokowi yang itu otomatis masuk barisan Koalisi Indonesia Hebat, maka dukungan di parlemen pun bakal berubah.
Saya melihat PAN mengutamakan kepentingan negara dan rakyat.
Presiden Jokowi CNNIndonesia (2/9/2015)
Koalisi Indonesia Hebat (KIH) terdiri dari:
1. PDI Perjuangan : 109 kursi
2. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) : 47 kursi
3. Partai Nasdem : 35 kursi
4. Hanura : 16 kursi
5. Partai Amanat Nasional (PAN) : 49 kursi
Total : 256 kursi
Koalisi Merah Putih (KMP) terdiri dari:
1. Golkar : 91 kursi
2. Gerindra : 73 kursi
3. Partai Keadilan Sejahtera )PKS) : 40 kursi
4. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) : 39 kursi
Total : 243 kursi
from Google Newsstand RSS Beritagar.id http://ift.tt/1FjeBZL
via Hatree Indonesia
Posting Komentar
Posting Komentar