Perkamen Alquran yang ditemukan para peneliti Universitas Birmingham, Inggris
Perkamen Alquran yang ditemukan para peneliti Universitas Birmingham, Inggris

Potongan-potongan Al Quran tertua yang ditemukan di Birmingham bulan lalu mungkin berasal dari zaman sebelum Nabi Muhamad dan bahkan para ahli memperkirakan hal ini bisa menyebabkan sejarah agama Islam harus ditulis ulang, demikian diwartakan oleh DailyMail.

Halaman-halaman Al Quran yang diperkirakan berumur antara 1.371 sampai 1.448 tahun itu ditemukan menyatu dengan Al Quran yang lain yang berasal dari akhir abad ke-17 di perpustakaan University of Birmingham.

Nabi Muhammad dilahirkan pada 20 April 570. Artinya, jika klaim para ahli itu benar, Al Quran yang ditemukan di Birmingham sudah ada saat Muhammad berumur tiga tahun atau jauh sebelum masa itu. Padahal menurut sejarah Islam, Muhammad pertama kali mendapatkan wahyu pada saat beliau berumur 41 tahun.

Para ahli, seperti dilansir Metro, kemudian melakukan uji karbon terhadap halaman-halaman yang baru ditemuan itu di Oxford University, yang kemudian percaya bahwa potongan-potongan itu merupakan Al Quran tertua di dunia.

Seperti kebanyakan kasus kitab keagamaan, sejarah di belakang Al Quran yang terbuat dari kulit binatang ini juga belum jelas.

Banyak ahli yang percaya Al Quran disebarkan secara lisan sebelum dituliskan di atas kertas. Namun dengan adanya penemuan ini, para ahli seperti dilaporkan Metro, menduga adanya Al Quran sebelum Muhammad dilahirkan.

Sejarawan Tom Hollands, seperti dikutip oleh Metro, mengatakan kepada The Times (harus berlangganan untuk mengakses) bahwa penemuan ini "mengguncang ide yang selama ini kita ketahui dengan pasti tentang bagaimana awal mula Al Quran".

Ahli yang lain, seperti Keith Small dari Perpustakaan Bodleian milik University of Oxford yakin bahwa penemuan ini memberikan kepercayaan pada teori yang mengatakan bahwa Muhammad dan para pengikutunya "menggunakan kitab yang sudah ada sebelumnya dan membentuknya sesuai dengan agenda politik dan teologis mereka, bukan Muhammad menerima wahyu dari malaikat".

Beberapa ahli muslim telah membantah klaim seperti itu dengan menyatakan bahwa Al Quran dalam bentuk buku pertama kali ada pada tahun 650.

Berbicara kepada The Times seperti dikutip oleh Huffington Post, David Thomas dan Nadir Dinshaw, dari University of Birmingham, mengatakan bahwa orang Islam mempercayai Muhammad "menerima wahyu yang akhirnya dibentuk menjadi Al Quran antara tahun 610 dan 632, tahun kematiannya."

"Pada saat itu, wahyu dari malaikat itu tidak dikumpulkan ke dalam bentuk buku seperti yang kita lihat sekarang," kata Thomas. "Namun, wahyu itu dikumpukan dalam "ingatan para pengikutnya". Beberapa bagian dituliskan di atas perkamen, batu, daun palem, dan tulang belikat unta," katanya menambahkan.

"Kalifah Abu Bakar, pemimpin umat muslim setelah Muhammad wafat, memerintahkan pengumpulan bahan-bahan Al Quran menjadi sebuah kitab. Bentuk akhir resmi diselesaikan pada masa pemerintahan pemimpin ketiga, Kalifah Usman pada tahun 650," kata Thomas menambahkan.

Sementara itu bantahan tentang keberadaan Al Quran yang lebih tua daripada usia Nabi Muhammad datang dari ilmuwan Adnan Al Sharif, dari Umm Al Qura University, kepada Arabian Business seperti dikutip oleh OnIslam.net.

"Naskah itu kemungkinan besar berasal dari masa Usman bin Affan yang menjadi kalifah beberapa tahun setelah kematian Muhammad," kata arkeolog Adnan Al Sharif.

"Pada masa Muhammad, Al Quran tidak berbentuk seperti bentuknya yang sekarang. Selain itu, pada saat itu juga belum ada warna (tinta) merah yang digunakan," tambahnya.

"Ada (tinta) warna merah yang memisahkan antara kata Bismillah dan Surat Mariam dan Taha. Itu warna yang tidak umum digunakan pada masa Muhammad untuk memisahkan antarsurat. Naskah ini nampaknya disusun denga cara yang tidak seperti pada masa kehidupan Muhammad," lanjut Adnan Al Sharif.



from Google Newsstand RSS Beritagar.id http://ift.tt/1JLx2M9
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Posting Komentar