Bisnis kuliner saat ini tengah marak. Beragam jenis ditawarkan, dari mulai restoran mewah, rumah makan, warung pinggiran hingga yang sedang menjamur saat ini warung makan di dalam sebuah truk.
Tentu saja, menu yang disajikan juga beragam.
Meski kuliner adalah salah satu bisnis dengan saingan yang sangat banyak, bisnis ini tetap bisa berjalan dengan baik dengan pangsa pasarnya masing-masing.
Pemerhati sekaligus pelaku bisnis kuliner Bondan Winarno mengaku memiliki 10 kunci sukses dalam membangun bisnis kuliner.
- Anda harus mengetahui semua komponen harga. Hal tersebut penting untuk mengatur manajemen keuangan usaha. "Semua harus tahu kapan harga cabai naik, kita menyimpan stok cadangan. Dan ditulis jangan di awang-awang," kata dia seperti yang ditulis Liputan6.com, dalam acara PPK Sampoerna Expo di Surabaya, Sabtu (5/9/2015).
- Tetapkan peran Anda. Menurut Bondan, dalam sebuah usaha mesti dihindari peran berganda agar usaha menjadi fokus. "Kalau berhasil berkembang tetapkan peran, kalau usaha besar mau jadi koki atau manajer, nggak bisa dua-duanya," tambahnya.
- memilih lokasi. Jadi harus ditentukan lokasi mana yang tepat agar mudah dijamah konsumen. Memang, selama ini banyak pelaku usaha yang meskipun terletak di tempat yang sulit dijangkau tapi memiliki banyak penggemar.
- Menetapkan sasaran konsumen Anda. Dalam usaha kuliner Anda mesti memahami kriteria pelanggan Anda.
- Memperbaiki pemasaran. Pemasaran merupakan kunci sukses dalam berwirausaha.
- Hadir secara digital. "Kalau misalnya orangnya habis makan tolong difoto, paling tidak 10-20 anak buahnya makan disitu," tuturnya.
- Menawarkan menu untuk dibawa pulang.
- Memberikan pelatihan kepada Sumber Daya Manusia (SDM).
- Memberikan kupon atau promosi. Langkah tersebut merupakan salah satu cara efektif untuk menarik pelanggan.
- Memperlakukan pelanggan sebagai raja. Artinya, selalu puaskan pelanggan Anda.
Hampir senada dengan Bondan, Marketing and Insights Manager Fonterra Foodservices Indonesia, Anindita Sari, mengatakan ada tiga kunci penting yang harus selalu jadi pedoman bagi anda pebisnis kuliner.
Kunci pertama adalah kualitas. Ini merupakan hal penting yang harus dipastikan dalam penyajian makanan. Menjaga kualitas makanan itu sangat penting. Dan rasanya pun harus terus konsisten.
"Kelas menengah di Indonesia naik signifikan. Mereka ini adalah orang-orang yang ingin mencoba makanan yang berkualitas baik. Karena itu, pelaku bisnis kuliner harus menjaga kualitas makananya dan terus konsisten dengan rasanya. Sehingga pelanggannya akan balik lagi ke tempat itu karena rasanya enak," ujarnya kepada Republika Online beberapa waktu lalu.
Kedua, adalah kesan pertama. Trennya saat ini, begitu memesan makanan, makanan datang dan disajikan oleh pramu saji, pelanggan langsung memotret makananya. Lalu membaginya di media sosial. Selain itu, penyajian yang lebih cepat akan lebih baik dan lebih disukai pelanggan. Tentu saja dengan pemilihan bahan baku atau kandungan didalam produk yang baik.
Ketiga, kaya akan rasa. Masyarakat Indonesia cukup suka mencoba aneka jenis makanan, tentunya yang memiliki rasa berbeda. Mereka akan terus mencoba makanan yang bervariasi, yang nantinya mereka akan pilih mana yang lebih cocok untuknya. Karena itu, sediakan aneka jenis makanan dengan aneka rasa.
Peran media sosial
Media sosial menawarkan banyak cara baru untuk mengembangkan bisnis kuliner. Begitu pula dengan cara promosi bisnis ini.
"Sekarang, orang sebelum makan pasti memfotonya dulu," kata Fexellarado Ruby yang aktif sebagai food blogger kepada Tempo.co di Jakarta.
Menurut Ruby, dampak perkembangan digital lebih banyak terjadi di level bisnis ketimbang urusan mengolah makanannya.
Akibatnya pemanfaatan media sosial seperti Instagram jadi sangat digemari.
Hal senada diungkapkan Steven Kim, pendiri situs direktori kuliner Qraved. Tempat makan yang masih menggunakan promosi standar menurutnya tidak akan lama bertahan.
Pria kelahiran Korea Selatan ini menilai tempat-tempat makan tersebut tidak memanfaatkan perkembangan digital dengan baik hingga akhirnya bangkrut.
"Padahal untuk membuka sebuah restoran, perlu biaya yang sangat tidak sedikit," ujar Kim
from Google Newsstand RSS Beritagar.id http://ift.tt/1NaGA4j
via Hatree Indonesia
Posting Komentar
Posting Komentar