AKRONIM BUWAS | Media berita dan media sosial sering menyebut Komjen Budi Waseso sebagai Buwas. Dalam tangkapan telinga, "buwas" dan "buas" itu sama.
AKRONIM BUWAS | Media berita dan media sosial sering menyebut Komjen Budi Waseso sebagai Buwas. Dalam tangkapan telinga, "buwas" dan "buas" itu sama.

Komjen Polisi Budi Waseso (55), yang saat ini masih menjabat Kepala Bareskrim Polri, pernah diwartakan memprotes penyebutan dirinya sebagai Buwas.

"Kok ditulis Pak Buwas selalu bikin was was. Tapi saya bersyukur jadi bintang film. Keluarga saya di kampung bilang kamu jadi terkenal, padahal saya nggak pernah pulang kampung," demikian Merdeka (Minggu, 22/2/2015) mengutip pria kelahiran Pati, Jawa Tengah, itu.

Akan tetapi sebulan sebelumnya Berita Satu (Jumat, 23/1/2015) menulis, "Budi Waseso biasa disingkat sebagai Buwas di lingkungan Polri."

Ada sejumlah kontroversi tentang Budi Waseso. Kabar pencopotan dirinya dari jabatan Kabareskrim sampai hari ini (Kamis, 3/9/2015) pun masih simpang siur.

Tentang pencopotan, hal ini juga pernah merajai perbincangan publik. Bermula dari usul Buya Syafii Maarfif (80), mantan Ketua Umum Muhammadiyah, Juli lalu kepada Presiden Joko Widodo agar mencopot Budi.

Penyebabnya, Budi menetapkan Ketua Komisi Yudisial Suparman Marzuki beserta komisionernya, Taufiqqurahman Syahuri, sebagai tersangka dugaan pencemaran nama baik atas laporan hakim Sarpin Rizaldi.

Budi menanggapi, "Beliau (Buya Syafii) kan bukan orang bodoh. Dia pasti mengerti mana penegakan hukum yang benar." (Tribun News, Selasa, 14/7/2015).

Sebelumnya Budi memperkarakan beberapa pegiat antikorupsi. Misalnya Bambang Widjojanto (Januari 2015), Abraham Samad (Februari 2015), dan Novel Baswedan (Mei 2015). Dua yang pertama itu komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi, dan Novel adalah Penyidik KPK. Selain mereka Denny Indrayana, eks-Wamenkumham, juga kena jerat.

Kasus lebih baru adalah saat petugas Bareskrim menggeledah kantor Pelindo II, di Jakarta Utara, sehingga Dirut Richard Joost Lino marah dan mengadu kepada Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Sofyan Djalil. Lino mengancam mengundurkan diri. (Antara, 31/8/2015)

Ilustrasi resolusi penuh



from Google Newsstand RSS Beritagar.id http://ift.tt/1LNdvu9
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Posting Komentar