Seorang pria sedang memeriksa gigi unta
Seorang pria sedang memeriksa gigi unta

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Zainal Ilmi mengimbau jamaah calon haji menjauhi unta untuk mencegah penyakit MERS (Middle East Respiratory Syndrome).

"Unta merupakan salah satu hewan yang menularkan virus korona penular penyakit MERS sehingga harus dijauhi jemaah selama berada di tanah suci," ujarnya di Kota Banjarbaru seperti dukutip dari Bisnis.com.

"Jumlah total kasus MERS CoV di Arab Saudi meningkat lagi hari ini menjadi 1.134 dan jumlah kematian total menjadi 486," ujar Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan, Tjandra Yoga Aditama dalam rilis dari Kemenkes yang dilansir Gatra.com.

Tjandra juga pernah mengingatkan agar para jemaah juga tidak mengkonsumsi susu unta mentah. Perjalanan ke peternakan unta sebaiknya tidak usah dilakukan.

"Jangan kontak dengan unta, tidak perlu foto menunggang unta atau berdiri di depannya," kata Tjandra kepada TEMPO.co.

MERS, seperti diwartakan oleh DW.com dianggap sebagai virus yang lebih mematikan tapi tidak lebih mudah ditularkan dari SARS yang mewabah di Asia tahun 2003 dan menginfeksi 8273 orang, dimana sembilan persen diantaranya meninggal dunia. Seperti SARS, virus Timur Tengah ini juga menyebabkan infeksi paru-paru. Pasien MERS mengalami batuk, kesulitan bernapas, dan memiliki suhu demam tinggi. Bedanya pada MERS, virus ini bisa mengakibatkan gagal ginjal dalam waktu singkat.



from Google Newsstand RSS Beritagar.id http://ift.tt/1JJlyW6
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Posting Komentar