Belumlah puas Laura Witjens, Direktur Utama Bank Sperma Nasional Inggris di Birmingham itu. Sudah setahun lembaganya (nama resmi: National Gamete Donation Trust) berdiri, namun baru punya sembilan donor -- tentu saja semuanya pria. Ia ingin angka sembilan itu bertambah dan bertambah.
"Kalau diiklankan saya mau bilang, "Bung, tunjukkan seberapa layak Anda. Buktikanlah Anda memang keren,' lalu saya menangguk ratusan donor," ungkap Laura kepada The Guardian (Senin, 31/8/2015).
Laura, wanita Belanda itu, terinspirasi oleh Denmark yang tak sulit menggaet donor. Akun Twitter @LauraWitjens, yang terhubung dengan dirinya namun belum terverifikasi, tak lelah mengampanyekan donor sperma.
Tentang banknya, Laura menulis dalam blognya bahwa dari seratus orang yang mengontak mau jadi donor, yang datang cuma satu. Lalu ihwal donor yang sudah direngkuhnya itu, "Jika kami punya sembilan donor berarti secara teknis bisa menghasilkan 90 keluarga."
Dalam catatan Wikipedia, saat ini ada 15 negara yang membolehkan donor sperma. Dua negara yang dapat menerima anonimitas donor adalah Prancis dan Spanyol.
Begitulah, kebutuhan akan benih bayi bisa mendatangkan cerita minat insani. Sepuluh tahun silam, Rachel Clarkson (46), seorang guru, perempuan lajang, di Winnipeg, Kanada, mencari bibit untuk membuahinya. Sejumlah perempuan lain juga. Lalu Canada.com mengangkat berita dari Canwest News Service dengan judul, "Kaum Hawa Berbelanja Sperma" (10/12/2005).
RT @jessicaelgot: Britain’s sperm bank needs you-if you have super sperm. Interview with the superwoman @laurawitjens http://t.co/Cbj1a3pPV2
— Laura Witjens (@LauraWitjens) August 31, 2015
from Google Newsstand RSS Beritagar.id http://ift.tt/1JLqME9
via Hatree Indonesia
Posting Komentar
Posting Komentar