Presiden dan CEO Sony Corp. Kazuo Hirai.
Presiden dan CEO Sony Corp. Kazuo Hirai.

Setelah Apple dan Google, raksasa teknologi Jepang Sony rupanya memiliki hasrat untuk ikut terjun ke dunia otomotif.

Dalam wawancara dengan Financial Times, CEO Sony Kazuo Hirai, menegaskan ia tidak menutup kemungkinan perusahaannya bekerja sama dengan para produsen kendaraan untuk masuk ke dalam pasar otomotif.

"Jika kami secara fundamental yakin bahwa kami bisa membuat perbedaan di ruang otomotif, maka kami akan mempelajari itu," kata Hirai kepada Financial Times.

"Saat ini kami belum memiliki rencana itu tetapi jangan pernah berkata tidak," tambahnya.

Semakin berkembangnya mobil listrik yang pintar, yang membutuhkan dukungan teknologi canggih, membuat banyak perusahaan teknologi yang mulai bermain di wilayah otomotif.

Google, misalnya, tengah mengembangkan mobil tanpa sopir, sementara Apple tengah mengerjakan proyek otomotif dengan tujuan akhir menciptakan kendaraan sebagai "the ultimate mobile device".

Jangan pernah berkata tidak.

Kazuo Hirai, Presiden dan CEO Sony Corp.

Saat ini persaingan untuk membuat kendaraan pintar yang otonom --tidak butuh sopir-- semakin ketat.

Baru-baru ini, seperti dijabarkan ZDNet, beberapa perusahaan besar siap menguji coba mobil tercanggih mereka.

Pekan lalu perusahaan Jerman Daimler mengumumkan rencana mereka untuk menguji Future Truck di jalan raya dalam waktu dekat dan telah mendapat persetujuan dari Kementerian Transportasi dan Infrastruktur Jerman.

Pada awal tahun Nissan mengumumkan bahwa kendaraan otonom mereka, yang bisa dikendalikan komputer, akan siap dikendarai pada 2020.

Sony, menurut situs ABR, kemungkinan besar masuk ke dunia otomotif melalui teknologi sensor kamera mereka, yang saat ini digunakan oleh ponsel.

"Hanya akan menjadi perpanjangan status quo jika Sony mengembangkan bisnis CMOS (Complementary Metal-Oxide Semiconductor) dan game. Tapi mobil berpotensi mengubah segalanya," kata Eiichi Katayama, kepala riset Jepang Bank of America Merryl Lynch, seperti dikutip Financial Times.

Selain itu, pengetahuan teknologi yang dimiliki Sony mengenai baterai lithium-ion dan kecerdasan buatan juga membuat mereka berpotensi besar untuk bisa sukses di bidang otomotif.



from Google Newsstand RSS Beritagar.id http://ift.tt/1hPuHF4
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Posting Komentar