Indonesia mengejar mimpi untuk menyelenggarakan kembali balap sepeda motor bergengsi di dunia, MotoGP, mulai 2017 nanti. Untuk itu, Sirkuit Sentul, satu-satunya sirkuit bertaraf internasional di negara ini, siap didandani kembali.
Direktur Sirkuit Sentul Tinton Soeprapto seperti dikutip Kompas.com, Senin (7/9/2015), menyebutkan biaya renovasi untuk sirkuit yang terletak di Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat dan dibangun pada 1990-1994 itu mencapai Rp200 miliar.
Selain itu, lanjut Tinton, ada juga biaya kontrak dengan Dorna, perusahaan pemegang hak komersial penyelenggaraan MotoGP, yang bisa mencapai USD7 juta (Rp99,88 miliar).
"Dananya dari dukungan pemerintah dan para investor lainnya," kata Tinton tanpa merinci siapa saja investor yang siap mengucurkan dana tersebut.
Kabar mengenai kemungkinan Indonesia akan menjadi tuan rumah MotoGP diutarakan Menteri Pariwisata Arief Yahya usai bertemu dengan CEO Dorna SL Carmelo Ezpelata pada Mei 2015.
Saat itu Arief menyatakan bahwa penyelenggaraan MotoGP akan mengangkat sektor pariwisata Indonesia. Dia bahkan sudah menghitung perputaran uang dari MotoGP berpotensi mencapai USD300 juta.
"Sudut pandangnya semata-mata bisnis. Dengan value event yang lebih dari 300 juta dolar AS dan media value hampir 200 juta dolar AS, saya akan mudah mencari sponsor. Belum lagi ada 64 televisi internasional dan disiarkan di 200 negara," ujar Arief seperti dikutip Tribunnews.
Sebelumnya sirkuit yang dibangun pada 1990 Indonesia pernah menjadi tuan rumah balap sepeda motor kelas premium ini pada 1996 dan 1997, yang saat itu masih bernama GP 500. Ajang besar lainnya yang pernah diselenggarakan di sirkuit sepanjang 4,12 km itu adalah A1 Grand Prix pada musim 2005-2006 dan 2006-2007.
Setelah itu sirkuit tidak pernah lagi digunakan untuk ajang otomotif kelas dunia.
Oleh karena itu, renovasi sirkuit menjadi salah satu syarat yang diajukan Dorna agar Sentul bisa menyelenggarakan MotoGP. Apalagi ada Brasil, Thailand dan India yang juga berminat menjadi tuan rumah salah satu seri MotoGP pada 2017.
CEO Dorna Carmelo Ezpeleta, dalam wawancaranya dengan Speedweek pada Juli lalu, juga menegaskan salah satu syarat utama adalah renovasi sirkuit dan mereka harus menyetujui proposal yang diajukan sebelum sirkuit mulai dibangun pada akhir 2015 atau awal 2016.
Menurut Tinton, Sentul, yang saat ini masih berada dalam grade C, harus ditingkatkan menjadi grade A untuk bisa menyelenggarakan MotoGP. Untuk itu pihak Sentul akan bekerja sama dengan arsitek dan konsultan yang ahli dalam merancang sirkuit khusus MotoGP dan Formula 1. Mereka, seperti dikabarkan JPNN adalah Jarno Zaffelli dan Hermann Tillke.
"Trek lurus tidak dirombak, tapi aspal, dan paddock dirombak. Bahkan paddock harus mundur delapan meter dari tempat sekarang ini berdiri," tutur Tinton.
Walau banyak yang harus dikerjakan, Tinton yakin semua bisa selesai dalam waktu satu tahun.
"Jangan anggap ini adalah pemborosan dana, tapi bayangkan saja dalam satu tahun uang yang dikucurkan sudah bisa kembali dan tahun-tahun selanjutnya tinggal menikmati hasilnya," pungkas Tinton.
from Google Newsstand RSS Beritagar.id http://ift.tt/1LSVECc
via Hatree Indonesia
Posting Komentar
Posting Komentar