Bagi kebanyakan orangtua, kebahagiaan dimulai saat anak lahir. Hal ini biasa dibarengi dengan keinginan berbagi. Tak hanya satu atau dua hari, bahkan mungkin setiap hari. Oleh sebab itu ada saja foto bayi yang muncul di linimasa atau laman media sosial Anda.
Sayang, tak semua orangtua sadar akan bahaya mengunggah foto anak di media sosial. "Padahal, ada sebagian pelaku kejahatan yang menikmati foto-foto anak lucu ini. Jadi hati-hatilah," ujar Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait dikutip Viva.
Pedofilia di internet
Komnas Anak mencatat sedikitnya ada 24 juta situs pornografi.
Aktivis dan peneliti teknologi informasi Donny B.U pernah mencuitkan bahaya pedofilia di internet.
Dilansir Fimela Family, organisasi hak anak Terre des Hommes dari Belanda pernah membuat karakter rekaan seorang bocah perempuan 10 tahun bernama Sweetie di internet. Dalam 2,5 bulan, Sweetie berhasil menjaring 20.000 predator dari 71 negara di internet.
Konvensi PBB juga mengatur hak privasi anak. Termasuk soal anggota tubuh. Karena itu, sebaiknya Anda tak mengunggah foto-foto anak dalam keadaan telanjang. Sebagai orangtua, sebaiknya Anda waspada. Banyak orang tega melakukan pelecehan seksual pada anak di bawah umur.
The Dangers Of Social Media (Child Predator Social Experiment)
Penculikan anak
Hasil penelitian di University of Maryland, Amerika Serikat membuktikan informasi di media sosial memiliki pengaruh signifikan terhadap tingginya angka penculikan anak. "Mereka bisa dengan mudah menyaring jenis kelamin, usia, dan karakter fisik guna mencari target spesifik," kata Josh Furman, kandidat doktorat di University of Maryland dilansir Viva.
Apalagi mengingat, makin maraknya penculikan anak di Jabodetabek. Pentingnya privasi anak jadi sorotan dalam kasus penculikan anak pedangdut Nassar, Nana. Dimana penculik mengaku mereka mendapat info sekolah anak dari infotainment.
Untuk mencegah hal ini, berhati-hatilah saat mengumumkan lokasi di media sosial. Ini berlaku untuk segala usia. Sebagai contoh Anda dapat melihat eksperimen sosial yang dilakukan pengguna YouTube, Coby Persin.
Perdagangan anak
Dilansir Okezone, data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyebutkan laporan kasus perdagangan anak mengalami peningkatan. Hingga Juli 2015, KPAI telah mendapatkan laporan 80 kasus.
Sebuah akun instagram yang mengaku menjual bayi pernah menghebohkan internet Juni 2015. Hal itu mengemuka saat seorang pengguna Path, protes foto anaknya terpampang di akun instagram tersebut.
"Teman-teman, tolong bantu report akun IG ini ya, @jualbayimurah. Dia memasang foto anak saya dengan caption yang sama sekali tidak benar," tulis Sabrina di akun Path-nya.
Jika ingin mengunggah foto anak ke media sosial, ada baiknya Anda memilah terlebih dahulu. Majalah Parenting yang dikutip Liputan 6 memberikan rekomendasi foto-foto anak yang tak perlu diunggah ke media sosial. Perhatikan juga hak anak di media sosial.
from Google Newsstand RSS Beritagar.id http://ift.tt/1JL3NsE
via Hatree Indonesia
Posting Komentar
Posting Komentar