Salah satu solis perempuan yang namanya sedang populer di ranah musik dalam negeri, Raisa Andriana (25), tiba-tiba meresah karena derasnya tekanan publik.
Karenanya, Yaya -sapaan akrab Raisa- rindu suasana album pertama. "Saat itu belum banyak tekanan," ujarnya dilansir Jawa Pos (1/9/2015).
Album debut berjudul Raisa dirilis 2011 oleh Universal Music Indonesia melalui sistem titip edar. Dari album tersebut meluncur lagu-lagu Apalah (Arti Menunggu), Serba Salah, dan Could It Be yang menjelma jadi hits. Beragam penghargaan pun dituai --salah satunya gelar sebagai "Pendatang Baru Terbaik" di ajang Anugerah Musik Indonesia 2012.
Dari situ kemudian dara kelahiran Jakarta ini mulai menapaki jalan kesuksesan. Figurnya laris ditanggapi sebagai bintang iklan, bahkan duta jenama.
Basis penggemarnya, kemudian disebut yourRaisa, hadir di berbagai daerah mulai dari Bandung, Yogyakarta, Lampung, Pontianak, Makassar, hingga Singapura.
Karena semakin populer, maka ekspektasi disertai tekanan kini mulai dirasakannya. Ibarat pepatah yang berbunyi "semakin tinggi pohon, semakin kencang angin yang menerpa."
Dalam sebuah kesempatan wawancara dengan Kapanlagi (17/3/2014), Raisa bahkan tidak mengelak jika dikatakan pernah merasa frustrasi karena tekanan kepopuleran.
"Saya tidak bisa dengan bebas lagi pergi ke tempat-tempat yang biasa saya datangi."
Terlebih iklim industri musik di Indonesia sangat dinamis. Kemunculan solis perempuan baru seperti Yura, Eva Celia dan Isyana Sarasvati yang tak kalah berbakat membuat siapapun, termasuk Raisa, harus selalu menjaga kualitas dalam berkarya.
Imbas dari fenomena tersebut selain bisa memotivasi musisi untuk menghasilkan karya terbaik, juga mendatangkan beban tersendiri.
"Dulu kalau mau buat lagu karena memang ingin membuatnya. Tidak ada motif lagu ini harus merajai tangga lagu radio atau lainnya. Terlalu memikirkan karier malah bikin karya yang kita ciptakan jadi kurang jujur," lanjut Raisa.
Perihal apakah alumni Binus jurusan Marketing Internasional Bisnis ini tetap bisa menghasilkan karya yang jujur sekaligus lepas dari tekanan masih harus menunggu waktu untuk pembuktian.
Album terbarunya alias yang ketiga setelah Heart to Heart (2013) hingga saat ini masih dalam penggarapan.
Prosesnya telah berlangsung usai penyelenggaraan konser tunggal bertajuk "Pemeran Utama Live in Concert 2015" di Istora Senayan, Jakarta (24/5).
"Doakan semoga cepat rampung dan bisa rilis secepatnya," pungkas Raisa.
from Google Newsstand RSS Beritagar.id http://ift.tt/1UrcIRC
via Hatree Indonesia
Posting Komentar
Posting Komentar