Jean-Luc Kister minta maaf. Anggota Intelijen Prancis, Direction generale de la securite exterieure (DGSE) itu menyesal telah meledakkan Rainbow Warrior, kapal Greenpeace. Pengeboman yang terjadi pada 10 Juli 1985 merenggut nyawa fotografer Portugis Fernando Pereira.
"Saya selalu memikirkan hal ini, saya bertanggung jawab atas seseorang yang tidak bersalah," katanya dikutip stuff, Senin (7/9/2015). Saat pengeboman, Rainbow Warrior berlabuh di Auckland, Selandia Baru dalam perjalanan untuk memprotes pengujian nuklir Prancis oleh Prancis di Mururoa Atoll sekitar 1.200 kilometer arah Tahiti.
Setelah meledak dan tenggelam, Greenpeace, lembaga pelestari lingkungan internasional, menggantikan Rainbow Warrior I dengan Rainbow Warrior II. Setelah 22 tahun, Rainbow Warrior ketiga lahir. Kapal ketiga tersebut pada 14 Oktober 2011.
Rainbow Warrior adalah kapal istimewa. Dia berperan dalam setiap kampanye Greenpeace. "Sejak berlayar pada 1978 Rainbow Warrior berada di garis depan perjuangan melawan penyalahgunaan lingkungan," kata Kumi Naidoo, Direktur Eksekutif Greenpeace Internasional pada peringatan ke-25 dari pengeboman kapal Rainbow Warrior pertama.
Liputan 6 menulis, Rainbow pertama menggunakan "Sir William Hardy" sebuah kapal riset perikanan yang digunakan Kementerian Pertanian, Perikanan dan Pangan Inggris. Kapal ini dibuat pada 1955, kapal bermesin diesel pertama yang dibuat di Britania Raya.
Nama Rainbow Warrior diusulkan oleh Bob Hunter, pendiri Greenpeace yang mendapat inspirasi dari cerita di buku "Warriors of the Rainbow" karangan William Wiloya dan Vinson Brown yang diterbitkan Naturegraph pada 1962.
Misi pertama Rainbow Warrior berlayar ke Islandia untuk menentang program perburuan paus komersial pada 29 April 1978. Rainbow Warrior berangkat dari London dengan 24 anggota yang berasal dari 10 negara.
"Selama menjalani misinya, Rainbow Warrior I dibom, disita, ditabrak oleh kapal pemerntah, diserbu polisi, namun dicintai oleh jutaan orang," kata Kumi Naido.
Rainbow Warrior II memilki peran serupa, kapan itu juga tiga kali ke Indonesia. DW melansir, pada 2004 saat Konvensi Keragaman Hayati PBB, tahun 2005 saat membawa bantuan darurat untuk korban tsunami dan pada 2007 ketika Konferensi Perubahan Iklim di Bali.
Tur Rainbow Warrior III
Setiap tahun Rainbow Warrior berkeliling. Pada 2013 mereka tur di Indonesia, dari Papua ke Jakarta. "Indonesia memiliki keanekaragaman hayati baik di hutan maupun laut. Kami akan kampanyekan betapa kayanya kita dan perlu dilindungi," kata Kepala Greenpeace Indonesia, Longgena Ginting di Jakarta. Antara (7 Mei 2013).
Selama berlayar tiga minggu, menurut Arifsyah M. Nasution, Juru kampanye Greenpeace Indonesia, Greenpeace mendokumentasikan kenanekaragaman hayati Indonesia.
Terumbu karang di Indonesia paling kaya di dunia, ada 590 spesies karang keras, ada 2.200 jenis ikan karang. Namun terumbu karang dan ikan ini yang paling tercam karena penangkapan ikan berlebih, polusi dan perubahan iklim. Rainbow Warrior juga menyaksikan langsung ikan hiu paus dan penyu belimbing di Pantai Jamursba Medi.
Rainbow Warrior III juga berlabuh di Tanjung Priok, Jakarta. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono naik ke kapal dan melihat fasilitas yang ada di Rainbow Warrior. Kapal ini dilengkapi dengan sistem komunikasi via satelit. Sehingga bisa menampilkan video siaran langsung lokasi kejahatan lingkungan.
Ketika berlabuh Rainbow Warrior juga memberikan masyarakat untuk tur keliling kapal. Mereka juga mengundang untuk ikut berpetualang keliling dunia. Salah satu yang pernah mengikuti pelayaran bersama Rainbow Warrior adalah Riyanni Djangkaru dan Nila Tanzil.
Riyanni Djangkaru dan Nila Tanzil berlayar bersama Rainbow Warrior
from Google Newsstand RSS Beritagar.id http://ift.tt/1K4rX1D
via Hatree Indonesia
Posting Komentar
Posting Komentar