Stonehenge
Stonehenge

Stonehenge, deretan batu melingkar yang ada di Inggris itu, kemungkinan besar mempunyai "saudara" yang jauh lebih besar, demikian diwartakan oleh IrishTimes.

Stonehenge merupakan suatu bangunan yang dibangun pada zaman Perunggu, dan Neolitikum. Ia terletak berdekatan dengan Amesbury di Wiltshire, Inggris, sekitar 13 kilometer barat laut Salisbury. Sebagai salah satu situs yang paling terkenal di dunia, Stonehenge merupakan lingkaran batu tegak yang berada di dalam lingkup tembok tanah.

Para peneliti dari University of Bradford mengumumkan pada Senin, 7/9/2015 bahwa mereka menemukan monumen yang terdiri atas 100 batu yang meliputi beberapa hektar yang mungkin dibangun pada 4,500 tahun yang lalu.

Stonehenge Hidden Landscapes Project menggunakan teknologi penginderaan jarak hauh untuk menemukan monumen itu, yang terletak di dekat Durrington Walls, yang juga disebut "superhenge." Sementara itu Stonehenge yang dibangun pada 3,500 tahun yang lalu itu terletak 2 mil jauhnya dari situ.

"Yang kami temukan adalah peninggalan monumen batu yang terkurung di tepian sungai, yang mungkin terbesar di Inggris Raya dan mungkin di Eropa," kata Vince Gaffney, seorang arkeolog dari Bradford University yang memimpin proyek ini kepada The Guardian.

Batu-batu itu ditemukan di kedalaman satu meter di bawah tanah. Beberapa batu kemungkinan besar tingginya 4,5 meter sebelum mereka roboh.

"Radar resolusi tinggi milik kami yang mampu menembus tanah mampu mengungkap deretan batu sebanyak 90 yang menakjubkan, beberapa diantaranya tetap selamat meskipun terdorong, dan batu-batu lainnya berada di pinggiran sungai," kata profesor Wolfgang Neubauer, direktur Ludwig Boltzmann Institute for Archaeological Prospection and Virtual Archaeology, kepada CNN.

"Di sisi timur, ada sekitar 30 batu .. selamat berada di bawah tanah, sementara batu-batu lainnya tercerai-berai atau berada di lubang pondasi besar," kata Neubauer.

"Semua hal yang pernah dituliskan tentang Stonehenge dan monumen-monumen kuno ini nampaknya harus ditulis ulang karena adanya penemuan ini," kata Paul Garwood, seorang arkeolog dan ahli sejarah yang memimpin protek ini di University of Birmingham, kepada CNN.

Monumen asli ini, seperti diwartakan oleh kantor berita Prancis AFP, kemungkinan terdiri dari 200 batu, namun baru ditemukan 90 batu saja..

Para arkeolog memperkirakan formasi batu-batu ini dibangun bersama-sama degan Stonehenge atau justru lebih awal.

"Ini bukan hanya bukti baru yang menunjukkan secara utuh tahap-tahap pembangunan arsitektur monumen dari situs prasejarah Eropa, namun juga menunjukkan bahwa batu-batu baru yang ditemukan itu seumur atau mungkin lebih tua daripada Stonehenge," kata Gaffney kepada IBTimes.com.



from Google Newsstand RSS Beritagar.id http://ift.tt/1hSvyoC
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Posting Komentar