Proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung sepanjang 150 kilometer menjadi rebutan dua raksasa Asia, Jepang dan China. Mereka secara terbuka berlomba mendapatkan proyek prestisius Presiden Joko Widodo (Jokowi) tersebut.

Pemerintah Indonesia nampaknya sangat berhati-hati dalam menentukan negara mana yang akan memenangi proyek yang memakan biaya besar tersebut.

Kepada SindoNews Jokowi memastikan tidak ada konflik kepentingan (conflict of interest) terkait konsultan yang memberikan masukan kepada pemerintah atas proyek itu.

"Sudah feasibility study-nya (studi kelayakannya) 100% diserahkan ke kita, termasuk tawaran mengenai investor, kapan selesai dan lainnya. Tinggal dinilai, maksudnya yang mana yang ingin kita pakai," tandasnya.

Terlepas dari masalah sosial ekonomi yang ada dalam penentuan siapa yang akan jadi pemenang proyek transportasi yang menghubungkan Jakarta dan Bandung, mari kita bandingkan teknologi kereta cepat yang dimiliki oleh Jepang dan China.

Dua orang petugas berdiri di samping maket kereta cepat dalam acara "China High Speed Railway Public Display" di Senayan City, Jakarta, Kamis (13/8). Pameran menampilkan jenis-jenis kereta cepat dan stasiun yang telah dipergunakan di Tiongkok ini akan digelar hingga hari Minggu (16/8).
Dua orang petugas berdiri di samping maket kereta cepat dalam acara "China High Speed Railway Public Display" di Senayan City, Jakarta, Kamis (13/8). Pameran menampilkan jenis-jenis kereta cepat dan stasiun yang telah dipergunakan di Tiongkok ini akan digelar hingga hari Minggu (16/8).

Teknologi kereta cepat China

Jika yang dimaksud dengan kereta cepat adalah layanan kereta api yang mempuyai kecepatan 200 km/jam, maka China adalah pemilik jaringan kereta api cepat terpanjang di dunia. Ada 16.000 km rel kereta cepat yang dimiliki oleh Negeri Tirai Bambu sejak memperkenalkan layanan ini pada 18 April 2017. Jumlah penumpang per hari yang bisa diangkut pun meningkat drastis dari 237.000 pada 2007 menjadi 2,49 juta pada 2014.

Kereta cepat China yang ditawarkan ke Indonesia adalah tipe CRH 380A.

Liputan6.com mencatat setelah didaulat sebagai kereta tercepat kedua di dunia, Harmony CRH 380A mampu melesat dengan kecepatan maksimum 380 kilometer/jam saat beroperasi.

Selama ujicobanya, Harmony CRH 380A bahkan mampu melesat dengan kecepatan 486,1 km/jam di jalur antar kota Shanghai-Hangzhou pada Desember 2010. Tapi keunggulan Harmony CRH 380A tidak hanya terletak pada kecepatannya saja.

Desain interior yang bersih dan elegan sudah pasti memanjakan para penumpang kereta super cepat ini. Tak hanya itu, kereta canggih ini bahkan tidak menimbulkan goncangan sedikitpun saat melaju membawa para penumpangnya ke tempat tujuan.

CRH 380A merupakan kereta berkecepatan super tinggi yang dikembangkan China South Locomotive & Rolling Stock Corporation (CSR).

Kereta tersebut merupakan salah satu dari empat model kereta yang dirancang dapat beroperasi dengan kecepatan rata-rata 380 km/jam.

CRH 380A mulai beroperasi reguler melayani penumpang dengan tujuan Shanghai-Nanjing dan Shanghai-Hangzhou di rel khusus kereta berkecepatan tinggi sejak Oktober 2010. Pada Desember di tahun yang sama, CRH 380A mulai melayani rute Wuhan-Guangzhou untuk perjalanan sehari-hari.

Salah satu kereta tercepat di dunia ini dirancang khusus untuk mampu beroperasi tanpa menimbulkan getaran sedikitpun. Para penumpang dijamin dapat merasa aman dan nyaman selama bepergian menggunakan kereta berteknologi canggih ini.

Kereta generasi baru ini terdiri dari berbagai lounge dan memiliki kompartemen enam kursi deluxe. Di dalam kereta, para penumpang disediakan tempat makan terpisah yang disebut Bistro Bar.

Di ruang makan tersebut, para penumpang dapat menikmati sajian makanan dan minuman ringan. Terdapat juga bartender yang siap melayani minuman pilihan penumpang.

Sementara itu, terdapat juga zona VIP di dekat kabbin kemudi. Di sana para penumpang dapat menyingkap tirai kaca elektronik dengan menekan tombol dan melihat pemandangan super indah di sepanjang jalan.

Setiap kursi di kereta ini dilengkapi dengan layar, dashboard, lampu baca dan stop kontak listrik. Kursi berputar juga dipasang di seluruh kompartemen.

Fasilitas khusus juda disediakan untuk para penyandang cacat. Satu toilet khusus penyandang cacat dengan fasilitas pintu otomatis menggunakan tombol on-off juga telah disiapkan.

Kereta Shinkansen E5 milik East Japan Railway Company (JR-EAST) menunju Shin-Aomori, Jepang utara, di stasiun Tohoku Shinkansen, JR Tokyo, Jepang pada 8 Mei 2012.
Kereta Shinkansen E5 milik East Japan Railway Company (JR-EAST) menunju Shin-Aomori, Jepang utara, di stasiun Tohoku Shinkansen, JR Tokyo, Jepang pada 8 Mei 2012.

Teknologi kereta cepat Jepang

Kereta cepat yang ditawarkan oleh Jepang kepada Indonesia adalah Shinkasen E5.

Shinkansen (juga sering dipanggil kereta peluru) adalah jalur kereta api cepat Jepang yang dioperasikan oleh empat perusahaan dalam grup Japan Railways.

Shinkansen merupakan sarana utama untuk angkutan antar kota di Jepang, selain pesawat terbang. Kecepatan tertingginya bisa mencapai 300 km/jam.

Nama Shinkansen sering digunakan oleh orang-orang di luar Jepang untuk merujuk kepada kereta apinya, namun kata ini dalam bahasa Jepang sebenarnya merujuk kepada nama jalur kereta api tersebut.

Shinkansen dibuka pada 1 Oktober 1964 untuk menyambut Olimpiade Tokyo. Jalur ini langsung sukses, melayani 100 juta penumpang kurang dari 3 tahun sejak dibuka pada tanggal 13 Juli 1967, dan melayani satu miliar penumpang pada 1976.

Pada mulanya Shinkanshen dari Tokyo ke Shin-Osaka (515,4 km) memakan waktu kira-kira 4 jam. Pada 1992, Shinkanshen model baru 'Nazomi' yang dapat menghasilkan kecepatan 270 km/jam telah menghasilkan perjalanan yang singkat. Rancangan penggunaan landasan kereta api linear motor car pada abad ke-21 yang akan datang ini diharapkan akan menambah kecepatan Shinkanshen.

Teknologi yang diadopsi oleh kereta ini berasal dari kereta ujicoba Fastech 360S yang diuji oleh JR East. Kecepatan awal maksimul adalah 300 km/jam, namun kemudian naik menjadi 320 km/jam antara Utsunomiya dan Morioka pada 16 Maret 2013.

Rangkaian kereta E5 pertama kali diperkenalkan pada layanan Hayabusa antara Tokyo dan Shin-Aomori pada 5 Maret 2011, dengan kecepatan awal maksimum 300 km/jam. Pada 19 November 2011,



from Google Newsstand RSS Beritagar.id http://ift.tt/1JGw2HV
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Posting Komentar