Salah seorang gelandang jenius yang pernah dimiliki Italia, Andre Pirlo (36), kini berada di senja kala karir bersama timnas Gli Azzurri. Dia dicadangkan pelatih Antonio Conte saat Italia menundukkan tim tamu Bulgaria 1-0 dalam laga Grup H Kualifikasi Euro 2016, Minggu (6/9/2015).
Sejumlah orang membaca hal itu sebagai sinyal bagi Pirlo untuk pensiun dari timnas dan bahkan gantung sepatu. Seorang di antaranya adalah Direktur Juventus, Giuseppe "Beppe" Marotta, yang dilansir AFP.
"Saya pikir setiap pemain tahu kapan waktunya gantung sepatu. Saya tak tahu apakah ini saat bagi dia (Pirlo). Keputusan ada di tangannya," ujar Marotta.
Conte (46) sebenarnya masih mendukung yuniornya tersebut. Apalagi, Pirlo menjadi starter saat Italia memukul tuan rumah Malta 1-0 pekan lalu (Kamis, 3/9).
Bahkan menurut Conte, Pirlo adalah otak di balik kemenangan tersebut -- meski pernyataan eks kapten Juventus itu tak eksplisit.
"Selama Pirlo masih punya antusiasme, hasrat dan determinasi untuk membela negaranya dan rela menjadi suri tauladan, dia akan selalu berpeluang menjadi pemain kunci kami," tukas Conte.
Pangkal masalahnya, penampilan Pirlo sebagai regista -- pengatur serangan dari gelandang dalam -- saat melawan Malta dinilai masih di bawah standar meski melepas operan paling banyak (103) dan tepat sasaran 93 persen.
Itu sebabnya pemain, yang pernah mengantar Juventus juara Serie A empat kali beruntun sebelum hijrah ke New York City FC musim panas ini, menjadi cadangan kala menghadapi Bulgaria.
Perdebatan soal masa depan Pirlo di timnas Italia, yang sudah dibela selama 116 pertandingan, makin seru setelah gelandang Marco Verratti berbicara pada pers.
"Mungkin saya bermain lebih baik malam ini (Minggu). Tapi bisa jadi lantaran Bulgaria memberi ruang lebih luas pada kami dibanding Malta," ujar pemain milik Paris Saint Germain itu.
Melawan Malta, Verratti bermitra dengan Daniele De Rossi dan Marco Parolo. Namun lantaran komentarnya digunakan pelbagai media Italia untuk menyudutkan Pirlo, Verratti pun memberi klarifikasi.
Dilansir Goal.com, pemain berusia 22 yang kerap disebut penerus Pirlo ini berujar, "Saya tak peduli bermitra dengan siapa. Saya tetap akan melakukan yang terbaik dan kemudian pelatih melakukan evaluasi."
Sejauh ini, Pirlo tak memberi respon. Dia justru mendapat pembelaan lain. Kali ini kiper Gianluigi Buffon -- pemain uzur Italia lain.
"Setiap pemain tahu kapan harus berhenti. Tapi menurut saya, Andrea (Pirlo) masih sanggup memberikan banyak hal," tukas pemegang rekor penampilan 150 kali bersama Italia ini.
from Google Newsstand RSS Beritagar.id http://ift.tt/1VKPw3s
via Hatree Indonesia
Posting Komentar
Posting Komentar