Rizieq Shihab, pemimpin Front Pembela Islam (FPI).
Rizieq Shihab, pemimpin Front Pembela Islam (FPI).

Front Pembela Islam (FPI), dideskripsikan Wikipedia Indonesia, sebagai sebuah organisasi massa Islam bergaris keras yang berpusat di Jakarta.

Organisasi ini dikenal lewat aksi-aksi kontroversial, yang tak jarang berujung kekerasan. Dalam pemberitaan media, FPI juga sering digambarkan sebagai garda depan dalam aksi sweeping tempat hiburan, hingga protes berujung kekerasan terhadap kelompok minoritas.

Bagaimana bila potret aksi-aksi FPI itu dijadikan bahan parodi. Hal itu bisa Anda temukan di akun Twitter @FPIKaraoke.

Memanfaatkan foto-foto aksi FPI --yang bisa dengan mudah ditemukan di internet-- akun @FPIKaraoke memparodikan ormas yang dipimpin oleh Rizieq Syihab itu.

Mereka menyandingkan foto-foto itu dengan lirik-lirik lagu populer. Hasilnya para pemimpin aksi FPI --termasuk Rizieq Syihab-- digambarkan tengah memegang mikrofon sambil berkaraoke. Mereka menyenandungkan lagu-lagu yang dipopulerkan Iwan Fals, Kotak, Efek Rumah Kaca, Agnes Monica, sampai JKT48.

Sebagai catatan, tempat karaoke juga kerap menjadi sasaran sweeping FPI. Kicauan @FPIKaraoke seolah memuat sindiran satire, bila mengingat fakta itu.

@FPIKaraoke pun mulai mencuri perhatian tweeps, dengan torehan lebih dari 1.100 pengikut, Selasa (1/9/2015). Padahal akun tersebut baru mengirim kicauan pertamanya pada 26 Agutus 2015. Dengan kata lain, torehan seribu pengikut berhasil dicapai dalam waktu kurang dari sepekan.

Pada profilnya mereka juga turut memplesetkan kepanjangan FPI, menjadi Front Pembela Inulvista --salah satu waralaba karaoke populer di Indonesia.

Ide parodi macam ini tidak sepenuhnya baru. Di linimasa Twitter, telah hadir juga akun @ISIS_Karaoke. Akun itu memuat parodi serupa dengan sasaran Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) dan simpatisannya.

Akun @ISIS_Karaoke pertama kali mengirim kicauan pada 17 Agustus 2015, dan telah memiliki lebih dari 36 ribu pengikut. Mereka meminjam lagu-lagu hits internasional guna melengkapi parodinya.

"Saya pikir ide teroris menyanyikan lagu-lagu pop terasa lucu, dan aku bosan terus-menerus mendengar tentang ISIS," kata pencipta akun @ISIS_Karaoke, Jimmy (32), dikutip news.com.au, Rabu (26/8).

New York Post pernah menulis sebuah artikel dengan kalimat pembuka "ISIS menindak hipster di Suriah." Artikel itu memuat kabar seputar ISIS yang melarang warga Suriah menggunakan skinny jeans, merokok, serta mendengarkan musik dari ponsel.



from Google Newsstand RSS Beritagar.id http://ift.tt/1UoE3UB
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Posting Komentar