Kehadiran Ketua DPR Setya Novanto dan Wakil Ketua DPR Fadli Zon dalam acara konferensi pers yang diadakan calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Donald Trump menjadi sorotan di media sosial.
Merujuk mesin percakapan Topsy, kata kunci "Fadli Zon" dan "Setya Novanto" meningkat drastis pasca pertemuan itu. Sabtu (5/9), "Fadli Zon" mencapai angka 4 ribu kicauan, dalam 24 jam terakhir. Pada rentang waktu yang sama, "Setya Novanto" nyaris mendekati angka 6 ribu kicauan.
Sabtu (5/9/2015), kata kunci "Novanto" juga masuk topik tren Twitter Indonesia. Pertemuan ini juga mendongkrak kata kunci "Donald Trump", yang sudah masuk topik tren Twitter Indonesia, sejak Jumat (4/9).
Akun Twitter @FadliZon --dikenal milik Fadli Zon-- juga terlihat antusias dengan pertemuan ini. Ia membagikan foto selfie-nya bersama Trump. Di kicauan lain, akun yang punya sekitar 294 ribu pengikut itu berbagi foto buku autobiografi Donald Trump. Boleh jadi buku itu juga berada dalam bingkisan dari Trump.
Meski riuh, kicauan-kicauan seputar peristiwa ini cenderung memuat sentimen negatif. Demikian hasil pemantauan Indonesia Indicator, lembaga riset yang fokus pada pemantauan serta analisis media daring, media sosial, forum diskusi, dan TV.
Seperti dilansir BBC Indonesia, Indonesia Indicator mencatat, di Twitter sentimen negatif terhadap Fadli Zon sehubungan peristiwa ini mencapai 40,4 persen, sementara yang positif hanya 26,6 persen. Untuk melengkapi 100 persen, kemungkinan besar ditambahkan dengan sentimen netral (33 persen).
"Sementara Setya Novanto sentimen negatifnya 40,2 persen dan positifnya hanya 27 persen. Ini termasuk jarak cukup besar," kata Wildan Pramudya, Kepala Riset Indonesia Indicator, Jumat (4/9).
Paling tidak ada beberapa hal yang kerap disorot oleh publik media sosial seputar pertemuan ini.
Pertama, soal pantas tidaknya, pimpinan lembaga legislatif Indonesia, hadir dalam acara konferesi pers tokoh yang berstatus sebagai calon presiden AS. Sejumlah tweeps juga menyinggung pandangan politik Trump yang cenderung rasial.
Kedua, Setya Novanto dinilai tidak cukup baik menjawab pertanyaan Trump. Saat menjawab pertanyaan Trump, Setya Novanto seolah membawa pesan bahwa rakyat Indonesia menyukai Trump.
Ketiga, tentang posisi Koalisi Merah Putih (KMP) yang kerap mengampanyekan anti-asing, dalam mengkritisi kebijakan pemerintahan Jokowi. Adapun Setya Novanto (Partai Golkar) dan Fadli Zon (Partai Gerindra) dikenal sebagai pentolan KMP. Pertemuan dengan Trump ini menjadi bahan sindiran tweeps. Dengan satire menyinggung kampanye anti-asing yang kerap digaungkan KMP.
Keempat, ihwal penggunaan "uang rakyat" dalam pertemuan itu. Sejumlah pimpinan DPR mengadakan kunjungan kerja ke AS, dalam rangka Konferensi Ketua Parlemen Dunia ke-4 di New York pada tanggal 31 Agustus-2 September 2015. Namun Setya Novanto dan Fadli Zon menyempatkan mampir ke acara Donald Trump.
Berikut video rekaman saat Trump memperkenalkan Setya Novanto. Turut pula kami pilihkan sejumlah kicauan menarik di seputar peristiwa ini.
Trump: One more thing, do they like me in Indonesia?
Jangan2 KMP mengutus Setyo dan FadliZon ke USA utk meminta Donald Trump dinaturalisasi agar 2019 nanti mau ikut pilpres di Indonesia
— Rudi Valinka #HOKI (@kurawa) September 5, 2015
Selfie dgn Donald Trump di Trump Plaza, New York. http://pic.twitter.com/w7hcoNIMVS
— Fadli Zon (@fadlizon) September 4, 2015
Saya lihat videonya ngakak keras. Semua pertanyaan Trump dijawab Setya Novanto dgn "Yes." Coba klo ditanya aneh-aneh https://t.co/Hpx1r9cspW
— Burhanuddin Muhtadi (@BurhanMuhtadi) September 4, 2015
Setya @DPR_RI + @fadlizon KAMPANYE Donald Trump di NEGERI DAJJAL (kt Amien Rais) pakai UANG RAKYAT http://pic.twitter.com/F6NQspSlyO #GantiPimpinanDPR
— Fadjroel Rachman (@fadjroeL) September 4, 2015
DPR suka atau tidak adlh perwakilan rakyat Indonesia. Patutkah hadir dlm kampanye Trump, yg bisa disalahartikan memihaknya?
— metta dharmasaputra (@metta_ds) September 5, 2015
HAHAHAA RT @BULLFRONT: #SaveNovanto :( Cc: @PartaiSocmed @sahaL_AS @GunRomli http://pic.twitter.com/ebPhc73yMJ
— Partai Social Media (@PartaiSocmed) September 4, 2015
KMP katanya anti asing. Kok ketemu Trump? Oh mgkn bagi FZ n SN, Trump bukan asing. Kan Trump populer, namanya tdk asing lagi.
— akhmad sahal (@sahaL_AS) September 4, 2015
Wah.. Dihadapan Donald Trump Ketua DPR RI janji akan lakukan hal2 besar utk Amerika. Kok bukan utk Indonesia? -- http://t.co/wvCgJpVX8E
— Adian Napitupulu, SH (@AdianNapitupulu) September 4, 2015
from Google Newsstand RSS Beritagar.id http://ift.tt/1Nh9LnX
via Hatree Indonesia
Posting Komentar
Posting Komentar