Peristiwa menarik dan penting yang terjadi selama sepekan.
Peristiwa menarik dan penting yang terjadi selama sepekan.

Sejumlah peristiwa menarik dan penting terjadi selama pekan ini. Kami rangkumkan untuk Anda. Baca dan simak rangkumannya di sini.


Presiden Joko Widodo (kedua kanan) bersama Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan (tengah), Ketua MPP PAN Soetrisno Bachir (kedua kiri), Sekjen PAN Eddy Soeparno (kiri) serta Ketua Umum Partai Hanura Wiranto (kanan) di Istana Negara usai bertemu Presiden Jokowi.
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) bersama Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan (tengah), Ketua MPP PAN Soetrisno Bachir (kedua kiri), Sekjen PAN Eddy Soeparno (kiri) serta Ketua Umum Partai Hanura Wiranto (kanan) di Istana Negara usai bertemu Presiden Jokowi.

PAN Gabung ke Koalisi Indonesia Hebat

Rabu (2/9/2015) Ketua PAN, Zulkifli Hasan bersama Sekjen PAN, Eddy Soeparno dan Ketua Majelis Pertimbangan Partai Soetrisno Bachir, Zulkifli menemui Presiden Joko Widodo di Istana Negara. Mereka menyatakan diri bergabung dengan pemerintahan Jokowi.

"Kalangan internal PAN sepakat untuk bergabung dengan pemerintah. Kalau sebelumnya mendukung, sekarang bergabung untuk menyukseskan seluruh program pemerintah demi kepentingan bangsa dan negara," kata Zulkifli saat memberikan keterangan pers di Istana Merdeka, Rabu (2/9/2015) seperti dikutip tempo.co.

Selama ini PAN tergabung dengan Koalisi Prabowo yang dikenal dengan nama Koalisi Merah Putih. Bergabungnya PAN merupakan darah segar bagi Koalisi Indonesia Hebat yang menyokong pemerintahan Jokowi-JK.
Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki berbincang dengan staf di Kantor Staf Presiden (KSP), Bina Graha, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 3 September 2015.
Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki berbincang dengan staf di Kantor Staf Presiden (KSP), Bina Graha, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 3 September 2015.

Teten Jadi Kepala Staf Kepresidenan

Presiden Joko Widodo Rabu (2/9/2015) melantik Teten Masduki menjadi Kepala Staf Kepresidenan menggantikan Luhut Binsar Pandjaitan yang ditunjuk menjadi Menteri Koordinator Bidang Polhukam. Staf Kepresidenan ini merupakan jabatan nonstruktural dan bertanggung jawab langsung kepada presiden. Sebelum menduduki jabatan barunya, Teten menjabat sebagai anggota Tim Komunikasi Presiden.

Sesuai dengan Perpres 26 Tahun 2015 tentang Kantor Staf Presiden yang diteken Presiden Joko Widodo pada 23 Februari 2015, lembaga ini bertugas memberikan dukungan kepada Presiden dan Wakil Presiden dalam melaksanakan pengendalian program-program prioritas nasional, komunikasi politik, dan pengelolaan isu strategis.


Dua orang petugas berdiri di samping maket kereta cepat dalam acara "China High Speed Railway Public Display" di Senayan City, Jakarta, Kamis (13/8).
Dua orang petugas berdiri di samping maket kereta cepat dalam acara "China High Speed Railway Public Display" di Senayan City, Jakarta, Kamis (13/8).

Proyek Kereta Cepat Batal

Pemerintah Indonesia membatalkan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Proyek ini dilirik dua investor: Tiongkok dan Jepang.

Pasalnya, dari dua proposal diajukan kepada Presiden Joko Widodo oleh tim teknis yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, tidak ada satupun yang sesuai dan layak untuk jarak Jakarta dan Bandung.

Dan ternyata, lanjut Darmin, secara teknis kecepatan riil kereta tersebut ternyata tidak secepat yang dijanjikan kedua calon investor, di mana dalam proposal penawarannya rata-rata kecepatan bisa mencapai 350 kilometer per jam.


Presiden Joko Widodo (tengah) berdialog dengan pengendara Gojek saat pertemuan makan siang bersama pengemudi kendaraan umum di Istana Negara, Jakarta, Selasa (2/9).
Presiden Joko Widodo (tengah) berdialog dengan pengendara Gojek saat pertemuan makan siang bersama pengemudi kendaraan umum di Istana Negara, Jakarta, Selasa (2/9).

Jokowi Undang Tukang Ojek

Ada yang tak biasa hari ini dalam hidup Rofiq dan Muksin. Dua pengojek yang tergabung dalam Go-jek ini sebelumnya tak pernah bermimpi bisa masuk ke Istana Negara. "Bangga banget. Sebagai anak jalanan saya merasa dihargai," kata Ketua Paguyuban Go-jek Singa Tebet Rofiq seperti ditulis di laman setkab.go.id, Selasa (1/9/2015). "Baru kali ini saya ngerasain masuk istana," tambah Muksin.

Ya Selasa (1/9/2015) siang, Presiden Joko Widodo mengundang 15 warga dari berbagai perwakilan sopir angkutan umum dan pengojek makan siang ke Istana Negara. Di hadapan tamunya, Jokowi mengatakan ingin mendengar dan mendapat masukan dari para sopir angkutan umum, termasuk ojek dan go-jek.


Suasana menjelang matahari terbenam yang diselimuti kabut asap di Pekanbaru, Riau, Senin (31/8).
Suasana menjelang matahari terbenam yang diselimuti kabut asap di Pekanbaru, Riau, Senin (31/8).

Darurat Asap

Aksi pembakaran lahan dan hutan di Sumatera dan Kalimantan mengakibatkan terjadinya bencana asap. Presiden Joko Widodo memerintahkan kepala daerah yang terdampak asap pekat tidak ragu untuk menetapkan status tanggap darurat.

"Kemendagri juga diperintahkan (Presiden Jokowi) agar gubernur jangan ragu-ragu untuk menyatakan tanggap darurat asap," ujar Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif usai rapat bersama Presiden di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, seperti ditulis detik.com, Jumat (4/9/2015).

Status tanggap darurat dimaksudkan agar pemerintah bisa segera mengambil langkah tepat untuk mengatasi bencana asap tersebut.


Tim SAR Malaysia sedang melakukan upaya pencarian kapal tenggelam di perairan Perak, Malaysia, 4 September 2015.
Tim SAR Malaysia sedang melakukan upaya pencarian kapal tenggelam di perairan Perak, Malaysia, 4 September 2015.

Kapal TKI Tenggelam

Sebuah perahu yang ditumpangi TKI dari Malaysia tenggelam di perairan Perak, Malaysia, 4 September 2015. Menurut Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, hingga Jumat (4/9/2015) jumlah korban tewas mencapai 17 orang.

"Update-nya 20 selamat dan 17 meninggal dunia," ujar Retno seperti dikutip kompas.com, Jumat (4/9/2015).

Dikutip dari BBC Indonesia, KBRI di Kuala Lumpur mengatakan, puluhan warga negara Indonesia yang menjadi korban kapal tenggelam diduga merupakan buruh migran tak berdokumen.


Kapolri Jenderal Badrodin Haiti di Mabes Polri, Jakarta, Rabu, 22 April 2015.
Kapolri Jenderal Badrodin Haiti di Mabes Polri, Jakarta, Rabu, 22 April 2015.

Budi Waseso Digeser

Gaduh seputar pergantian Kepala Bareskrim Komisaris Jenderal Budi Waseso akhirnya terjawab Jumat (4/9/2015). Kepastian itu diungkap Kepala Polri Jenderal Badrodin Haiti, hari ini. "Kami sudah terima Keputusan Presiden tentang pemberhentian Komjen Anang sebagai Kepala BNN dan pengangkatannya sebagai Kabareskrim," kata Badrodin di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, seperti dikutip tempo.co, Jumat 4 September 2015. Rotasi, kata dia, dilakukan terhadap 71 perwira tinggi.

Budi Waseso selanjutnya akan menempati posisi yang ditinggalkan Anang di Badan Narkotika Nasional (BNN). Menurut Badrodin pertimbangan pergeseran itu demi kepentingan organisasi.

Menurut Sekretaris Kabinet Pramono Anung penempatan Budi ke BNN itu karena presiden menganggap Budi memiliki kemampuan yang cukup dalam memberantas narkoba. "Kejahatan narkoba jauh lebih besar daripada persoalan korupsi," kata Pramono seperti dikutip kompas.com.

from Google Newsstand RSS Beritagar.id http://ift.tt/1XrZB73
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Posting Komentar