Kaum muslimin usai melaksanakan salat Istisqa' (minta hujan) di Masjid Agung An'nur Pekanbaru, Riau, Senin (7/9). Mereka berharap hujan bisa membantu menyelesaikan masalah kabut asap.
Kaum muslimin usai melaksanakan salat Istisqa' (minta hujan) di Masjid Agung An'nur Pekanbaru, Riau, Senin (7/9). Mereka berharap hujan bisa membantu menyelesaikan masalah kabut asap.

Tagar #PrayForRiau ramai dibagikan di linimasa Twitter, Senin (7/9/2015). Tagar ini merujuk pada kabut asap yang mendera Provinsi Riau.

Merujuk Topsy, tagar itu mengalami peningkatan signifikan dalam sepekan terakhir. Dalam rentang waktu itu, #PrayForRiau telah melewati angka 3.200 kicauan. Momen terbaiknya terjadi pada Senin (7/9/2015), #PrayForRiau tercatat mendekati angka 1.500 kicauan.

Merujuk penelusuran Topsy, tagar ini telah eksis sejak Oktober 2010. #PrayForRiau hampir selalu muncul saat wilayah itu diselimuti kabut asap.

Perkembangan sejumlah situasi terkini di Riau bisa disimak lewa akun @infoPKU, yang dikenal kerap berbagi informasi seputar Pekanbaru, ibukota Provinsi Riau.

@InfoPKU rajin membagikan kembali sejumlah laporan yang diterimanya dari linimasa. Beberapa laporan dilengkapi dengan foto dan video, serta tagar #PrayForRiau.

Pada hari ini (7/9), kaum muslimin mengadakan salat Istisqa' (meminta hujan) di Masjid Agung An'nur Pekanbaru. Mereka berharap hujan segera turun, agar kebakaran lahan tidak meluas.

Riau bukan satu-satunya wilayah yang terdampak bencana kabut asap. Sejumlah wilayah lain di Kalimantan dan Sumatera juga mengalami hal yang sama. Hal ini terjadi akibat aksi pembakaran lahan.

#PrayForRiau menguat di linimasa Twitter. Topsy, 7 September 2015, pukul 15.40 WIB.
#PrayForRiau menguat di linimasa Twitter. Topsy, 7 September 2015, pukul 15.40 WIB.

Pelaku pembakaran harus ditindak

Jumat (4/9), Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memerintahkan kepala daerah yang terdampak kabut asap agar tidak ragu untuk menetapkan status tanggap darurat.

"Kemendagri juga diperintahkan (Presiden Jokowi) agar gubernur jangan ragu-ragu untuk menyatakan tanggap darurat asap," ujar Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif, dikutip Detik.com, Jumat (4/9).

Minggu (6/9), Jokowi juga telah melakukan kunjungan ke wilayah Sumatera Selatan, yang juga terdampak kabut asap. Lewat akun Facebook resminya, Jokowi menyebut bahwa kebakaran hutan ini tidak boleh lagi terjadi. "Penyebab dan solusinya sudah diketahui. Perusahaan yang lakukan pembakaran harus dicabut izinnya, dan dipidanakan," tulisnya.

Organisasi non-pemerintah, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) memuji Presiden Jokowi yang cepat turun ke lapangan dalam masalah bencana kabut asap ini. Namun mereka juga meminta presiden untuk segera menyelesaikan kasus ini.

Dikutip AntaraNews, juru bicara Walhi Mukri Friatna berharap para pelaku penyebab kabut asap ditindak tegas, bukan hanya dikenai sanski administratif seperti sering terjadi sebelum ini.

Walhi mencatat, bencana kabut asap ini telah menyebabkan puluhan ribu penduduk terserang infeksi saluran pernapasan akut di lima provinsi: 9.286 orang di Riau, 14.602 orang di Jambi, 24.824 orang di Sumatera Selatan, dan 6.300 orang di Kalimantan Selatan.

Kabar terakhir, seperti dilansir Tempo.co, Badan Meterorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru menyebutkan satelit Tera dan Aqua memantau lonjakan titik panas di Sumatera mencapai 413 titik api.

Jambi menjadi penyumbang titik panas terbanyak, mencapai 170 titik. Disusul Sumatera Selatan 79 titik, Bangka Belitung 77 titik, Riau 45 titik, Lampung 33 titik, Bengkulu lima titik, Sumatera Barat empat titik, dan Kepulauan Riau dua titik.



from Google Newsstand RSS Beritagar.id http://ift.tt/1ISS4mU
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Posting Komentar