Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di sekitar Sumatera Selatan dan Kalimantan sudah dalam kondisi mengkhawatirkan dan merugikan. Tak hanya berdampak buruk bagi lingkungan, kabut asap juga menjadi ancaman serius bagi kesehatan.
Republika melaporkan sebanyak 12 ribu orang di Riau menderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat kabut asap dari kebakaran hitan dan lahan ini.
Guru Besar Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi FKUI yang juga Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan RI Tjandra Yoga Aditama seperti dikutip dari KOMPAS.com mengatakan, gangguan kesehatan akan lebih mudah terjadi pada orang yang gangguan paru dan jantung, lansia, dan anak-anak.
Secara tak langsung, asap menurunkan daya tahan tubuh dan meningkatkan stres sehingga ISPA lebih mudah terjadi. Kondisi penderita penyakit kronik organ tubuh lain, seperti jantung, hati, dan ginjal, bisa memburuk.
"Polutan asap yang jatuh ke air atau makanan dan dikonsumsi masyarakat bisa mengganggu saluran cerna," kata Tjandra kepada Serambi Indonesia.
Lebih lanjut kepada BeritaSatu.com Tjandra menyarankan agar masyarakat senakin waspada menghadapi dampak buruk akibat kabut asap dengan melakukan lima hal sebagai berikut:
Pertama, hindari atau kurangi aktivitas di luar rumah atau gedung, terutama bagi mereka yang menderita penyakit jantung dan gangguan pernafasan. Meski tidak mudah dilakukan, tetapi upaya ini perlu diupayakan agar masyarakat seminimal mungkin menghindari paparan langsung terhadap kabut asap. Selain itu masyarakat juga perlu mengupayakan agar polusi di luar tidak masuk ke dalam rumah atau ruang tertutup lainnya. Jika terpaksa ke luar ruangan, sebaiknya gunakan masker yang tepat.
Kedua, selalu lakukan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS), seperti pastikan hanya mengkonsumsi makan bergizi, jangan merokok, istirahat yang cukup, olahraga secukupnya, menjaga kebersihan, dan lainnya.
Ketiga, segeralah berobat ke dokter atau sarana pelayanan kesehatan terdekat bila mengalami kesulitan bernapas, batuk berkepanjangan, nyeri dada, atau gangguan kesehatan lain.
Keempat, bagi yang telah mempunyai gangguan paru dan jantung sebelumnya, mintalah nasihat dokter untuk perlindungan tambahan sesuai kondisi. Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko kekambuhan penyakit yang diakibatkan oleh gas dan partikulat debu yang ada di asap.
Kelima, untuk mencegah kontaminasi asap dan debu kebakaran hutan pada bahan pangan maka penampungan air minum dan makanan harus terlindung baik. Buah-buahan dan sayur-sayuran harus dicuci bersih sebelum dikonsumsi. Bahan makanan dan minuman yang dimasak perlu dipastikan telah dimasak dengan baik.
from Google Newsstand RSS Beritagar.id http://ift.tt/1LfUWfx
via Hatree Indonesia
Posting Komentar
Posting Komentar