Tiang listrik penopang kabel yang menyuplai tenaga bagi kereta api.
Tiang listrik penopang kabel yang menyuplai tenaga bagi kereta api.

Pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli mengenai keberadaan "provider setengah mafia" dalam urusan pulsa listrik memantik keresahan khalayak.

Menurut dia, keuntungan yang diraup penyedia pulsa listrik sangat besar. Rizal pun membandingkannya dengan harga pulsa telepon seluler. Menurutnya, tidak seperti pulsa listrik, pulsa telepon dapat dibeli dengan mudah di mana pun.

Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia (EWI), Ferdinand Hutahaean menegaskan, sebagai Menko, Rizal Ramli tentu punya data dan informasi yang valid dan aktual tentang apa yang disampaikannya.

"Karena jika tidak, tuduhan tersebut bisa menjadi fitnah dan menimbulkan kegaduhan baru di negara ini," tegasnya seperti ditulis Tribunnews (8/9/2015).

Berkaitan dengan 'kegaduhan' di ranah kelistrikan ini, bolehlah sedikit menengok kembali tarif listrik Indonesia jika dibandingkan dan disandingkan dengan negara lain. Untuk golongan tarif R-1/TR, yakni rumah tangga skala kecil dengan daya 1.300 VA dan 2.200 VA, Perusahaan Listrik Negara (PLN) menetapkan harga Rp1.352 per kWh, atau USD9 sen.

Sementara tarif listrik rumah tangga di AS berkisar antara USD9 sen hingga USD22 sen atau (Rp1.352 hingga Rp3.304)

Bangladesh menjadi salah satu negara yang berhasil menyediakan listrik murah dengan penerapan pembangkit tenaga matahari. Sri Mulyani, Managing Director sekaligus Chief Operating Officer Bank Dunia, bahkan menyebut negeri tersebut telah memiliki program listrik di luar jaringan terbesar di dunia.

Tarif listrik di negara itu berkisar antara USD2,95 sen hingga 9,24 sen atau Rp443 hingga Rp1.387

Sementara itu, Denmark, Jerman serta Italia menduduki tiga posisi teratas negara Eropa dengan tarif listrik termahal per tahun 2014 (data strom-report.de). Negara yang disebut pertama memberlakukan tarif USD30.42 sen (Rp4.569) per kWh, Jerman USD29,81 sen (Rp4.477), dan Italia USD24,46 sen (Rp3.673).

Di ASEAN sendiri, negeri dengan tarif termahal adalah Singapura.



from Google Newsstand RSS Beritagar.id http://ift.tt/1LUSygV
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Posting Komentar