Malaysia menderita kekalahan terbesar sepanjang sejarah saat dicukur Uni Emirat Arab (UEA) 0-10 di Dubai, Kamis (3/9/2015) silam. Kekalahan di Grup A Kualifikasi Piala Dunia 2018 itu berbuntut panjang.
Pelatih Dollah Salleh langsung mengundurkan diri setelah kekalahan itu. Padahal Juli lalu, pelatih berusia 51 itu menandatangani kontrak dua setengah tahun dengan tim yang pernah dibelanya pada kurun 80-90.
"Siapa yang sanggup menerima kekalahan 10-0? Itu sebabnya saya mundur. Ini kekalahan terbesar Malaysia sepanjang sejarah," ujar Dollah kepada AFP.
Penampilan Malaysia memang tak kunjung menjanjikan. Juni silam, "Harimau Malaya" dihajar Palestina 0-6. Tapi kekalahan dari UEA merupakan yang terburuk sejak ditundukkan Selandia Baru 2-8 hampir 50 tahun lalu.
Di sisi lain, langkah Dollah akan diikuti Presiden Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM), Tengku Abdullah Ahmad Shah. Kantor Berita Malaysia, Bernama, melansir ucapan Abdullah yang dikutip AFP, Senin (7/9).
"Saya akan mundur dalam waktu dekat, tapi saya akan selesaikan beberapa sisa tugas di FAM," demikian Abdullah berujar tanpa mengungkap detail kapan meletakkan jabatan.
Namun keinginan mundur Abdullah dihalangi sejumlah kolega. Seorang di antaranya Presiden Sepak Bola Kelantan (KAFA), Tan Sri Annuar Musa. Bila Abdullah mundur, situasi justru akan makin buruk.
"Rencana Tengku Abdullah untuk mundur memang jantan. Tapi kekalahan itu bukan kesalahan dia semata. Ini kesalahan kolektif.
"Bila dia mundur, situasi di FAM akan makin buruk. Yang terpenting sekarang adalah beraksi memperbaikinya," ujar Musa yang juga meminta suporter tidak "menghukum" FAM terlalu keras .
Sementara itu, Minggu (6/9), Menpora Malaysia Khairy Jamaluddin mengancam akan menindak FAM lebih "drastis" apabila tetap menggunakan "alasan usang" saat menuai kekalahan.
Bahkan Khairy siap meniru langkah Kemenpora Republik Indonesia yang membekukan PSSI awal tahun ini meski dia sadar keputusan itu akan berujung sanksi skorsing dari FIFA seperti yang dialami Indonesia.
Adapun Selasa (8/9) ini, Malaysia akan bertanding kembali dengan menghadapi tim kuat Arab Saudi. Tugas berat pun diemban pelatih sementara Ong Kim Swee (44) yang sebelumnya sukses menangani Malaysia U23.
Mantan gelandang Malaysia itu mengatakan siap "membangkitkan" timnya. "Mereka (skuat) pantas mendapat kesempatan kedua. Kekalahan lalu memang mimpi buruk. Semua orang kecewa," katanya.
from Google Newsstand RSS Beritagar.id http://ift.tt/1EQCblS
via Hatree Indonesia
Posting Komentar
Posting Komentar