Zack Snyder tegaskan trailer Batman v Superman bukanlah spoiler

Zack Snyder dan pria yang berdandan seperti Batman, di acara masuknya Bob Kane (kreator Batman) ke Walk of Fame Hollywood di California (21/10/2015).
Zack Snyder dan pria yang berdandan seperti Batman, di acara masuknya Bob Kane (kreator Batman) ke Walk of Fame Hollywood di California (21/10/2015).

Salah satu film yang paling ditunggu kehadirannya tahun ini adalah Batman v Superman: Dawn of Justice, kerap disingkat BvS. Untuk pertama kalinya dua jagoan terpopuler dalam sejarah komik akhirnya akan berada dalam satu layar perak.

Film ini baru tayang pada 25 Maret 2016 di seluruh dunia namun sejak pertengahan tahun lalu sudah ada tiga trailer (potongan film) yang resmi dikeluarkan oleh Warner Bros., rumah produksi film tersebut.

Banyak penggemar, seperti dikutip Hollywood Reporter, yang menyatakan bahwa terlalu banyak adegan penting yang diperlihatkan dalam trailer tersebut hingga akhirnya berubah menjadi seperti spoiler (bocoran). Tentu tak ada penggemar film yang menyukai spoiler karena akan merusak ketegangan ketika menonton film itu sepenuhnya.

Namun sutradara BvS, Zack Snyder, membela keberadaan trailer-trailer itu dan menyatakan masih banyak cerita yang ada di film yang tidak bisa ditebak berdasarkan ketiga trailer yang telah keluar tersebut.

Berbicara kepada MTV.com, Rabu (6/1/2015), Snyder mengatakan bahwa ia sendiri membenci spoiler.

"Tentu saja aku membenci spoiler yang bermunculan! Anda membuat film sebagai sebuah cerita yang berkembang saat Anda menontonnya, dari momen ke momen. Jadi Anda ingin pengalaman tersebut juga dirasakan para penonton," ujar Snyder.

Selanjutnya, Snyder memberikan pembelaan terkait trailer ketiga BvS. "Aku punya keuntungan tersendiri, yaitu sudah menonton film ini. Orang-orang berpikir terlalu banyak spoiler di trailer film ini. Aku sendiri menghormati orang-orang yang tidak ingin mengetahui bocoran penting, namun sebenarnya masih banyak sekali yang belum mereka ketahui. Masih banyak hal-hal di dalam film ini namun tidak ada di trailer," kata sutradara berusia 49 tahun itu.

Jelas yang dimaksud adalah trailer ketiga BvS, yang diluncurkan awal Desember lalu. Trailer berdurasi tiga menit itu menampilkan adegan penting, seperti Wonder Woman (diperankan Gal Gadot) yang melindungi Batman (Ben Affleck) dan Superman (Henry Cavill) dari ledakan yang ditimbulkan oleh kekuatan laser dari makhluk yang diduga adalah Doomsday.

Batman v Superman: Dawn of Justice Official Trailer #2 (2016) - Ben Affleck, Henry Cavill Movie HD

Trailer ini kebalikan dari materi promosi Star Wars Episode VII: The Force Awakens, yang sangat menjaga bocoran apapun muncul. Akibatnya, plot film tersebut menjadi misteri hingga akhirnya diputar perdana, 18 Desember lalu.

Jesse Eisenberg, pemeran Lex Luthor di BvS pernah angkat suara mengenai trailer film ini. Kepada Vulture (4/10/2015), ia berkata bahwa karakter yang diperankannya jauh lebih dalam daripada apa yang ditampilkan di trailer.

"Di dalam trailer, tentu saja ia (Lex Luthor) tampil dalam cara tertentu. Tapi di film, ia terlihat jutaan kali lebih pintar daripada apa yang Anda dapatkan dalam 30 detik (di trailer). Namun justru di sanalah kesenangannya. Inilah mengapa Anda pergi menonton film, agar Anda dapat melihat dan memahami konteks secara mendalam," jelas Eisenberg.

Batman v Superman: Dawn of Justice akan hadir di bioskop-bioskop Amerika Serikat pada tanggal 25 Maret mendatang. Film ini merupakan lanjutan dari Man of Steel (2013) yang menceritakan asal mula Superman. Kerusakan yang dibuat oleh Superman akibat pertarungannya melawan Jenderal Zod (Michael Shannon) di film itu akan menjadi pangkal persoalan mengapa Batman ingin mengalahkan Superman.

Catatan redaksi:

*Spoiler menurut catatan kaki Adrian Jonathan Pasaribu dalam kolom bertajuk "Jonathan Rosenbaum: Membela Spoiler" di situs Cinema Poetica adalah istilah populer untuk pengungkapan suatu elemen penting dalam plot karya fiksi.

Elemen penting suatu plot kerap dimaknai sebagai suatu momen dramatis dalam konteks cerita, suatu kejadian yang menjelaskan esensi cerita, atau penyelesaian cerita itu sendiri.

Sejumlah kalangan menganggap pengungkapan elemen penting tersebut akan merusak kenikmatan dalam mengkonsumsi produk naratif, seperti novel dan film.



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1ZRoSYK
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat