Winamp dijanjikan hidup lagi tahun ini

Seekor llama, hewan yang akan dijadikan logo Winamp
Seekor llama, hewan yang akan dijadikan logo Winamp

Jika Anda mengenal komputer sejak era 90an, bisa jadi Anda tak asing pada sebuah aplikasi pemutar konten multimedia keluaran Nullsoft bernama Winamp. Saat itu Winamp menjadi aplikasi primadona wajib yang mampu memutar beragam format multimedia, terutama lagu dengan dukungan banyak fitur seperti equalizer hingga pilihan mengganti "kulit".

15 tahun semenjak peluncuran perdana pada April 2007, aplikasi ini dinyatakan tutup pada Desember 2013 karena kalah bersaing dengan aplikasi serupa seperti iTunes milik Apple. Selain itu, Microsoft terus memperbaiki aplikasi pemutar konten multimedia bawaan Windows, Windows Media Player.

AOL selaku pemilik akhirnya menjual Winamp ke sebuah layanan radio daring asal Belgia bernama Radionomy pada awal 2014. Setelah dipegang pemilik baru, Winamp dijanjikan hidup lagi meski tak ada pembaruan aplikasi. Versi terakhir adalah Winamp 5.666.

Dalam forum resmi, Ben Allison sebagai mantan pengembang Winamp menjelaskan kebuntuan pembaruan. Sejak dibeli Radionomy, Winamp tak punya barisan pengembang lagi.

Kabar terbaru mengatakan 64,4 persen saham Radionomy dimiliki Vivendi Group. Dia adalah penanam modal digital. Dia punya saham di Dailymotion, Ubisoft, dan Deezer.

Dalam rilis pers kepada Softpedia, 20 Desember 2015, Vivendi benar-benar akan menghidupkan Winamp dan layanan pengaliran SHOUTcast pada 2016. Namun Vivendi tak mengungkap tanggal pasti.

Ketika Winamp ditutup, sejumlah penggemar aplikasi ini kecewa. Namun seorang pengembang bernama Jordan Eldredge berhasil mengabadikan aplikasi ini dalam bentuk HTML5 dan Javascript versi Winamp 2.9.

Karena berbentuk aplikasi web, maka siapapun dapat mengakses Winamp dan menggunakannya sebagai pemutar musik dari arsip lokal di memori komputer.

Adapun kabar terbaru ini bisa menjadi berita baik yang ditunggu para penggemar. Namun dengan semakin banyaknya kompetitor di pasar sekarang ini, menjadi tugas yang cukup berat bagi Vivendi untuk dapat mengembalikan popularitas Winamp. Apalagi pasar telah bergeser ke arah perangkat mobile yang dikuasai oleh sistem operasi Android dan iOS.



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1Z1igdf
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat