Ulasan - Asus Zenfone Selfie bukan cuma mengandalkan kamera depan

Tampak depan Asus Zenfone Selfie, layar dalam kondisi menyala
Tampak depan Asus Zenfone Selfie, layar dalam kondisi menyala

Swafoto (selfie) sudah menjadi budaya baru. Salah satu alat pendukung swafoto yang paling umum adalah kamera depan pada ponsel pintar. Itu sebabnya sejumlah produsen ponsel meluncurkan produk dengan kamera depan lebih berkualitas, resolusi besar, dan sensor besar.

Namun gawai sekelas Asus Zenfone Selfie masih jarang di pasaran. Mereka punya kamera depan dan kamera belakang betul-betul setara.

Dua kamera tersebut menggunakan resolusi 13 megapiksel dengan kemampuan autofokus --fitur yang jarang hadir di kamera depan, serta masing-masing dilengkapi dua buah lampu LED. Selain itu, ponsel seharga Rp2,8 juta untuk versi 16GB dan Rp3 juta untuk 32GB ini disertai fitur-fitur sebagai berikut.

  • Cip Qualcomm Snapdragon 616, delapan inti dengan kecepatan 1,5GHz
  • RAM 3GB, pilihan memori internal 16GB atau 32GB, slot micro SD
  • Layar 5,5 inci resolusi Full HD (1.920 x 1.080 piksel)
  • Kamera depan-belakang 13MP, autofokus, LED flash
  • LTE, dual-SIM, dual-active
  • Android 5.0 Lollipop
  • Baterai 3.000mAh

Desain khas Zenfone bermata Cyclops

Kamera depan pada Asus Zenfone Selfie terlihat menyolok seperti sebuah mata yang melotot
Kamera depan pada Asus Zenfone Selfie terlihat menyolok seperti sebuah mata yang melotot

Desain Zenfone Selfie tak berbeda dengan desain seri Zenfone pada umumnya. Bagian bawah depan berpola melengkung yang khas. Bedanya, kamera depan dengan lensa berukuran besar dan lampu LED ganda terlihat menyolok, seperti mata tunggal Cyclops, raksasa legenda Yunani.

Tampak belakang Asus Zenfone Selfie dengan bahan plastik dan tombol pengaturan volume.
Tampak belakang Asus Zenfone Selfie dengan bahan plastik dan tombol pengaturan volume.

Sementara itu, bagian belakangnya adalah plastik polikarbonat dengan pola tergurat mirip LG G3. Di bagian belakang pula terdapat tombol pengaturan suara.

Pelindung belakang ini dapat dibuka meski perlu upaya ekstra. Buka dengan menggunakan kuku untuk mencungkil agar bisa mengganti baterai atau kartu SIM (SIM ganda). agak sulit dan memerlukan kuku untuk mencungkilnya, untuk kemudian pengguna mengganti baterai serta kartu SIM (dual-SIM) dan memasukkan atau mengeluarkan Micro SD.

Tampak sisi atas dan bawah Asus Zenfone Selfie
Tampak sisi atas dan bawah Asus Zenfone Selfie

Secara keseluruhan, Zenfone Selfie pas dalam genggaman. Maklum, dimensi ukurannya 156,5 x 77,2 x 10,8 mm dan berat 170 gram. Lagi pula bagian belakang melengkung yang bisa mengikuti genggaman tangan.

Meskipun berbahan plastik dan finishing tergurat, ponsel ini tidak licin dalam genggaman. Tapi untuk pemakaian harian, layar 5,5 inci tidak cocok dioperasikan dengan satu tangan --terutama saat mengetik.

Selain tombol pengaturan tingkat suara di sisi belakang, tombol lainnya adalah tombol daya di bagian atas. Tombolnya kurang ergonomis karena ukurannya kecil dan agak keras saat ditekan.

Sementara untuk navigasi ada tiga tombol sensitif sentuhan di bawah layar; yaitu Back, Home dan Recent Apps. Lampu notifikasi berukuran kecil tersembunyi di bagian atas, di sebelah kanan earpiece.

Loudspeaker ada di sisi belakang bagian bawah, namun performanya tidak bagus. Dalam kondisi suara maksimal, ada sedikit suara "kresek-kresek" yang mengganggu.

Lebih dekat dengan pola tergurat pada bagian belakang Asus Zenfone Selfie
Lebih dekat dengan pola tergurat pada bagian belakang Asus Zenfone Selfie

Layar berkualitas tinggi

Layar Zenfone Selfie sudah menggunakan resolusi 1.920 x 1.080 piksel (Full HD 1080p) sehingga menghasilkan kepadatan 401 piksel per inci. Selain tajam, layar ponsel ini berkualitas tinggi karena menggunakan panel IPS sehingga sudutnya terlihat sangat lebar.

Warna yang dimunculkan pun cerah dan jernih. Ini lebih baik dibanding ponsel berharga sekitar Rp3 juta pada umumnya. Bahkan, soal warna layar boleh diadu dengan dengan deretan ponsel mahal seperti iPhone 6 Plus.

Kebetulan, Asus punya aplikasi pengaturan layar bernama Splendid. Dia bisa mengatur temperatur warna serta corak warna (hue) dan saturasi.

Ada mode BlueLight Filter yang menyaring warna biru pada white balance atau membuat layar menjadi kekuningan sehingga tidak membuat mata cepat lelah. Dari segi kekuatan, layar Zenfone Selfie diperkuat Gorilla Glass 4.

ZenUI berpadu dengan Android 5.0 Lollipop

Zenfone Selfie menggunakan ZenUI yang melapisi Android 5.0 Lollipop. Sejauh kami lihat tidak ada perbedaan khusus antara ZenUI di Zenfone Selfie dan seri Zenfone 2 lainnya.

Asus termasuk manufaktur ponsel yang rajin memodifikasi tampilan antarmuka. Selain beragam fitur dan pengaturan, mereka juga mengeluarkan aneka aplikasi bloatware yang sebenarnya belum tentu diperlukan para pengguna. Antara lain CleanMaster, Dr. Safety, dan Free Games.

Sejumlah perubahan penggunaan bisa dilakukan. Antara lain mengubah ikon aplikasi dengan Icon Packs, mengganti themes, mengubah efek animasi saat menyapu layar home, dan mengatur efek transparansi di menu utama.

Ponsel ini juga memungkinkan beragam gestur (ZenMotion) yang bisa digunakan untuk mengakses beberapa aplikasi. Semisal menggambar huruf S dari layar lock akan langsung membuka pesan, C untuk kamera, E untuk email, dan lainnya.

Ponsel ini juga mendukung fitur membuka layar yang sangat mudah. Caranya hanya mengetuk layar dua kali. Dari layar Home, menyapu layar dari bawah ke atas adalah akses untuk pengaturan tampilan Home dan lain-lainnya.

Secara keseluruhan, antar muka Zenfone Selfie intuitif dan tidak menyusahkan pengguna. Bagaimana dengan performanya?

Performa meyakinkan

Asus membekali Zenfone 2 dengan cip Qualcomm Snapdragon 616 dan delapan inti kecepatan 1,5GHz. Memori RAM sebesar 3GB. Kapasitas itu cukup besar meski masih kalah dibandingkan Zenfone 2 dengan RAM 4GB.

"Menghajar" Zenfone Selfie dengan membuka banyak aplikasi secara beruntun tidak membuat performa ponsel ini melemah. Ponsel masih anteng dengan sisa memori RAM berkisar antara 500MB hingga 1GB.

Performa Zenfone Selfie jarang disertai lag, minimal pada pemakaian yang relatif wajar. Jika melakukan kegiatan berat seperti membarui beberapa aplikasi di PlayStore, performa akan sedikit menurun meski tidak akan membuat aplikasi mengalami tutup paksa (force closed). Sejauh kami gunakan, aplikasi bawaan pun tidak pernah mengalami tutup paksa.

Berikut hasil pengukuran (benchmarking) performa Zenfone Selfie.

  • Antutu: 30.482 poin
  • Quadrant Standard: 21.911 poin
  • GeekBench 3: 528 (tes single-core) dan 2015 (tes multi-core)
  • Basemark OS II: 849 poin

Kamera kembar dengan pengaturan ala profesional

Spesifikasi kamera depan Zenfone Selfie nyaris serupa dengan kamera belakangnya: resolusi 13 megapiksel dengan dua buah lampu LED dan kemampuan auto fokus. Bedanya hanya di lensa; kamera belakang menggunakan lensa bukaan f/2,0, sementara kamera depan memiliki bukaan lebih kecil, f/2,2.

Fitur pada kamera relatif lengkap. Ada fitur serius seperti Manual, HDR, Super Resolution, Panorama dan Low Light. Sementara fitur ringan sebagai pelengkap adalah fitur efek, animasi GIF, dan Beautification.

Banyaknya fitur pada Asus Zenfone Selfie, dari serius hingga yang lucu-lucuan.
Banyaknya fitur pada Asus Zenfone Selfie, dari serius hingga yang lucu-lucuan.

Hebatnya, kedua kamera dipersenjatai fitur yang sama. Misal menggunakan menu Super Resolution, kamera akan memotret beberapa kali dalam waktu berdekatan dan menggabungkan hasilnya menjadi file dengan resolusi super besar; 6.144 x 8.192 piksel alias 50,3 megapiksel!

Jadi, pengguna bisa memotret swafoto ataupun pemandangan dengan resolusi super tinggi selama ponsel dan obyek dalam kondisi diam sehingga hasil foto tidak berbayang (blur).

Lalu pada mode Manual, kamera akan merangsang kreativitas para pecinta fotografi. Kecepatan rana (shutter) dapat diatur dari 1/1.000 detik hingga 1/2 detik (untuk kamera depan) atau 32 detik (untuk kamera belakang). Pengaturan manual lainnya adalah fokus, ISO, tingkat eksposur dan white balance.

Tidak cukup sampai di situ, pengguna bisa mengatur tingkat saturasi, kontras, ketajaman, dan reduksi noise, serta metering. Tidak berbeda jauh dengan kamera "serius" seperti DSLR.

Fitur lain yang penting untuk dibahas adalah Beautification --terutama untuk menunjang swafoto. Di sini, ada penambahan riasan virtual, seperti tonal warna kulit, penghalus kulit, blushing, ukuran mata serta meniruskan pipi. Sangat lengkap, sehingga rasanya pengguna tidak perlu merias diri sebelum melakukan swafoto.

Hasil kamera depan sangat tajam lantaran dilengkapi auto fokus sehingga latar belakang akan agak buram (bokeh). Namun auto fokus kadang bermasalah.

Antara lain lambat saat kondisi gelap. Bahkan kamera akan kembali melakukan auto fokus saat tombol jepret ditekan sehingga foto sering buram. Terkadang masalah ini juga terjadi di kamera belakang, padahal ponsel ini sudah menggunakan auto fokus laser.

Secara umum, hasil fotonya relatif memuaskan --terutama dalam kondisi cahaya melimpah. Saat gelap pun cukup bagus, meski tangan pengguna harus stabil.

Pasalnya, kamera cenderung memilih kecepatan rana rendah dibanding ISO yang tinggi. Solusinya, pakai mode manual. Rentang dinamis seperti ponsel pada umumnya, kurang tinggi, solusinya ada mode HDR dengan hasil yang terbilang masih natural.

Baterai tahan sehari

Kapasitas baterai 3.000 mAh terkesan besar. Namun jangan lupa baterai litium polimer ini harus menangani ponsel dengan layar ukuran 5,5 inci resolusi 1080p.

Selain itu, spesifikasi SIM ganda dan konektivitas 4G LTE membuatnya haus energi. Dengan penggunaan sewajarnya, ponsel ini dapat bertahan hingga seharian.

Kondisinya, dua slot kartu SIM terisi dan salah satunya menggunakan SIM LTE. Kecerahan layar menggunakan mode otomatis.

Kesimpulan

Dengan harga Rp3 juta untuk versi 32GB, Zenfone Selfie memiliki perbandingan harga dan fitur yang menarik. Persaingan pasar di tingkatan harga ini akan semakin menarik.

Dari pabrikan Tiongkok, ada Xiaomi dengan Redmi Note 3 dan Mi4i, serta Lenovo dengan A7000 Special Edition. Sementara dari produsen non- Tiongkok seperti Samsung, Sony, HTC, LG dan lainnya, sulit mengharapkan ponsel setingkat Asus Zenfone Selfie di kelas sekitar Rp3 juta.

Untuk persaingan ponsel dengan kemampuan swafoto, hanya Sony Xperia C5 Ultra dan M5 dengan kamera depan 13MP dan kemampuan auto fokus yang bisa melakukannya. Tapi harga produk Sony jauh lebih mahal, masing-masing sekitar Rp4,5 juta dan Rp6 juta.

Kelebihan:

  • Kamera depan 13 megapiksel dengan auto fokus dan dua buah lampu LED
  • Layar 1080p yang memukau
  • Daya tahan baterai cukup memuaskan
  • Performa mumpuni
  • Pengaturan manual pada kamera depan dan belakang

Kekurangan:

  • Banyak aplikasi bloatware yang relatif tidak berguna
  • Auto fokus tidak sesuai harapan


from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1PdiMKC
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat