The Force Awakens film terlaris sepanjang sejarah AS

Kylo Ren, salah satu karakter antagonis di Star Wars: The Force Awakens
Kylo Ren, salah satu karakter antagonis di Star Wars: The Force Awakens

Rekor Avatar sebagai film terlaris sepanjang sejarah Amerika Serikat yang telah bertahan selama enam tahun telah terlewati. Pelakunya adalah bagian ketujuh saga Star Wars yang berjudul The Force Awakens. Menurut catatan Box Office Mojo (7/1/2016), film yang diproduksi oleh Disney dan Lucasfilm itu meraup USD764,4 juta (Rp10,6 triliun).

"Kami sangat bangga dengan rekor ini yang tidak akan mungkin kesampaian tanpa antusiasme dan dukungan para penggemar," ungkap Disney dalam pernyataannya dilansir Variety.

Disney melanjutkan bahwa rekor baru yang mereka ciptakan ini adalah alamat cerah bagi kisah-kisah Star Wars berikutnya.

Avatar yang diedarkan 20th Century Fox sebelumnya membukukan USD760 juta selama 34 pekan tayang di berbagai bioskop AS. Termasuk pemasukan dari edisi spesial yang khusus diputar di bioskop 3D dan IMAX sejak 27 Agustus 2010.

Dahsyatnya The Force Awakens karena rekor prestisius tersebut mereka lampaui hanya dalam tempo 20 hari. Pada penghitungan film terlaris akhir pekan lalu yang diakumulasi pada 4 Januari, tanda-tanda akan tumbangnya rekor Avatar telah terendus.

Saat itu The Force Awakens telah mengumpulkan USD740,27 juta. Otomatis mereka menggeser posisi Titanic (1997) di posisi kedua yang pendapatannya mencapai USD658,6 juta.

"Hanya tinggal menunggu waktu untuk melewati rekor Avatar. Mungkin besok," kata Paul Dergarabedian, analis media senior untuk perusahaan pelacakan film Rentrak, dilansir USA Today (4/1).

Rekor berikutnya yang coba dipecahkan adalah menjadi film dengan pendapatan terbesar di seluruh dunia. Pemilik rekor tersebut masih atas nama Avatar dengan total USD2,7 miliar. The Force Awakens (USD1,5 miliar) masih tertahan di urutan keempat di bawah Titanic (USD2,1 miliar) dan Jurassic World (USD1,6 miliar).

Mulus tidaknya jalan Disney mendorong langkah waralaba film mereka tersebut dalam menguasai dunia akan tergantung dari pendapatan pasar di Tiongkok. Pemutaran perdana film tersebut akan mulai diputar 9 Januari 2016.

David Hao, analis dari perusahaan finansial Credit Suisse Group AG di Hong Kong, memprediksi pendapatan film arahan J.J. Abrams dari Tiongkok akan mencapai CNY1,5 miliar atau setara USD229 juta.



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1MY8xbw
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat