Teka-teki masa depan BlackBerry OS

CEO Blackberry, John Chen memegang Blackberry Z3 dalam acara peluncuran di Jakarta, Indonesia, 13 Mei 2014
CEO Blackberry, John Chen memegang Blackberry Z3 dalam acara peluncuran di Jakarta, Indonesia, 13 Mei 2014

Pada awal September 2015, BlackBerry untuk pertama kalinya meluncurkan sebuah gawai yang menggunakan sistem operasi (OS) Android, yang dikembangkan Google, ketimbang BlackBerry OS produksi mereka sendiri. Semakin populernya gawai dengan OS Android dan iOS buatan Apple, membuat BlackBerry semakin terpinggirkan.

Terus menurunnya penjualan gawai yang populer dengan sebutan BB ini membuat sang CEO John Chen akhirnya memutuskan untuk ikut arus dengan memproduksi gawai Android yang diberi nama BlackBerry Priv.

Dalam wawancara dengan CNet di ajang Consumer Electronics Show (CES) 2016 di Las Vegas, Amerika Serikat, yang diterbitkan Rabu (6/1/2016), Chen menyatakan bahwa penjualan Priv, "Sejauh ini cukup baik."

"Saya mengambil sikap optimistis namun hati-hati," tambah sang CEO.

Menurut Digital Trends, Priv memang berhasil meningkatkan pendapatan perusahaan asal Kanada itu sebesar 11,8 persen pada kuartal terakhir. Untuk pertama kalinya dalam dua tahun terakhir BlackBerry menikmati peningkatan pendapatan dalam dua kuartal beruntun.

Sepertinya karena itulah Chen lalu menyatakan bahwa pada tahun 2016 ini BlackBerry hanya akan mengeluarkan gawai dengan sistem operasi Android. Namun dia tidak menyebutkan kapan tepatnya ponsel pintar tersebut akan diluncurkan.

Pernyataan Chen itu tentu saja membuat orang, terutama penggemar berat BlackBerry, bertanya-tanya mengenai masa dengan BlackBerry OS.

Pengamat teknologi informasi ternama, Evan Blass, bahkan langsung membuat tulisan berjudul "R.I.P., BlackBerry OS".

Akan tetapi dalam tulisan di blog Inside BlackBerry (8/1/2016), Chen menepis ihwal kematian BlackBerry OS tersebut.

"Konsumen dan perusahaan yang menggemari ponsel pintar BlackBerry 10 kami yang tahan banting seperti Passport, Classic, dan lainnya, masih bisa menunggu pengembangan keamanan dan privasi OS tersebut pada 2016," tulis Chen.

Ia melanjutkan bahwa BlackBerry OS versi 10.3.3 akan segera memenuhi standar NIAP (National Information Assurance Partnership) --standar keamanan gawai di Amerika Serikat--, agar bisa lolos tes keamanan terketat pemerintah AS. Sementara versi 10.3.4 segera dirilis pada tahun ini juga.

Walau demikian, Evan Blass tidak yakin BlackBerry akan terus memperbarui OS buatan mereka itu.

"Saya pikir, pada suatu titik, perusahaan (BlackBerry, red.) berutang penjelasan mengenai nasib BB10 kepada para penggemar dan pendukungnya. Daripada memberi harapan palsu, atau membuat orang jengkel, dan juga membingungkan pasar, ia harus memformulasikan secara internal sebuah penilaian yang jujur mengenai kondisi BB10 sesungguhnya saat ini, kemudian menjelaskan hasil penilaian tersebut kepada penggemar mereka," tulis Evan.

Tervor Mogg dari Digital Trends tampak lebih optimistis memandang nasib BB10. Ia yakin BlackBerry tidak akan menelantarkan sistem operasi tersebut tetapi mengindikasikan agar para penggemar BB bersabar karena, "tahun ini sepertinya BlackBerry hanya fokus pada Android."



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1JH2Bc8
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat