Tantangan Maria Herrera masuk MotoGP

Anna Carrasco (tengah) dan Maria Herrera berfoto bersama legenda MotoGP asal Italia, Valentino Rossi, di Aragon, Spanyol, 29 September 2015
Anna Carrasco (tengah) dan Maria Herrera berfoto bersama legenda MotoGP asal Italia, Valentino Rossi, di Aragon, Spanyol, 29 September 2015

Sejak 2013, dunia balap MotoGP punya perempuan pebalap; Ana Carrasco (18) dan Maria Herrera Munoz (19). Mereka berdua perempuan Spanyol.

Mereka adalah pebalap di kelas Moto3. Carrasco, pebalap tim RBA KTM, adalah perempuan pertama yang meraih poin di kelas Moto3 --di Sirkuit Sepang, Malaysia, 2013.

Sementara Herrera adalah pebalap Husqvarna Factory Laglisse. Dia adalah perempuan pertama yang mampu menjuarai seri Moto3 di Aragon, Spanyol, bersama tim Junior Team Estrella Galicia pada 2013.

Menjelang musim baru MotoGP, dua perempuan ini pun mengusung mimpi ke MotoGP meski hal itu masih jauh api dari panggangan.

"Itu adalah impian. Tapi saya belum memikirkannya karena masih berada di Moto3 dan harus memperbaiki diri. Setelah itu naik ke Moto2 dan kemudian kita lihat nanti," kata Carrasco kepada CNN, September 2015.

Namun Carrasco tak akan ambil bagian pada Moto3 2016. Tidak diketahui apa alasannya. Namun kemungkinan besar adalah ketiadaan tim yang bersedia mengontraknya dan tiada sponsor.

Pada sat diwawancarai Crash.net, Agustus 2015, Carrasco mengaku tidak digaji tim dan hanya ditanggung seluruh biaya pengeluaran saja. Kesulitannya meraih sponsor pun sama dengan para pria pebalap.

Dengan demikian, Herrera menjadi perempuan pebalap tunggal di kelas Moto3 2016. Dia pun membidik hasil lebih baik pada musim 2016.

Maklum, Herrera sudah mengenal karakter sirkuit demi sirkuit. "Saya gembira karena cukup cepat di sebagian besar trek. Hanya satu-dua trek saja yang tidak demikian," katanya saat diwawancarai Motosport.com pada 30 Desember 2015.

Herrera pun siap mengakhiri penantian lama, 33 tahun, melihat perempuan pebalap di level tertinggi dunia adu cepat motor.

"Masuk MotoGP adalah impian semua pebalap. Tapi saya akan fokus menjuarai Moto3, kemudian maju selangkah dan saya akan memikirkannya," ujar Herrera.

Kehadiran perempuan pebalap di ajang MotoGP membuat senang Manajer Komunikasi MotoGP Ignacio Sagnier. Dunia MotoGP disebutnya mulai ramah pada perempuan (pebalap).

Tapi Sagnier juga mengingatkan tantangan bagi perempuan pebalap yang ingin berlaga di kelas MotoGP. "MotoGP membutuhkan kemampuan fisik hebat. Motornya lebih bertenaga dari pada Moto3 dan Moto2. Saya pikir itulah tantangan terbesar bagi perempuan pebalap. Bahkan pria pebalap pun mengalami hal senada," kata Sagnier.

Aksi Maria Herrera Munoz di kelas Moto3
Aksi Maria Herrera Munoz di kelas Moto3


from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1SwmLHK
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat