Sylvester Stallone garap sekuel Creed

Sylvester Stallone menghadiri promosi film The Expendables 3 di Cologne, Jerman (6/8/2014)
Sylvester Stallone menghadiri promosi film The Expendables 3 di Cologne, Jerman (6/8/2014)

Kesuksesan film Creed meraup pendapatan sebesar USD103 juta (Rp1,4 triliun) tampaknya akan disusul dengan kehadiran sekuelnya. Sylvester Stallone, pemeran Rocky Balboa dalam film tersebut kepada Variety, Selasa (5/1/2016), berharap Ryan Coogler kembali bersedia jadi sutradara.

Coogler (29) termasuk sineas muda yang mulai angkat nama setelah film perdananya, Fruitvale Station (2013), mendulang banyak pujian dan penghargaan. Salah satunya menang Prize of the Future dalam ajang bergengsi Cannes Film Festival.

Dilansir Screen Rant (4/1), sutradara asal Oakland, California, AS, ini telah teken kontrak untuk menyutradarai film pahlawan super Black Panther produksi Marvel dengan jadwal tayang 16 Februari 2018.

Melihat jadwal Coogler yang akan sangat padat beberapa tahun mendatang. Sly, panggilan Stallone, mengaku bersedia meluangkan waktu untuk menunggu, tapi tidak dalam waktu terlalu lama.

"Saya tahu Ryan mungkin akan sibuk beberapa tahun mendatang. Jadi, akan ada sedikit keraguan, apakah kami akan menunggunya atau mencari sutradara lain. Soalnya ada tenggat waktu yang telah disepakati dalam pembuatan sekuel ini," ungkap aktor yang tubuhnya masih terlihat kekar meski telah berumur 69 tahun.

"Tanpa ada keraguan lagi, kami kita akan membuat Creed 2," tambah Gary Barber, CEO Metro-Goldwyn-Mayer Pictures, distributor Creed bersama Warner Brothers Pictures.

Jika menengok ke belakang, hampir saja Creed urung digarap. Pendekatan dan usaha Coogler yang gigih selama dua tahun meyakinkan Sly adalah alasan utama terjadinya film ini.

"Setelah Rocky terakhir dirilis pada 2008, saya sudah mengucapkan selamat tinggal pada karakter tersebut. Kemudian dia datang membujuk saya, tapi saya menampik. Ia akhirnya membuat Fruitvale Station," kata Sly yang juga terkenal sebagai pemeran Rambo kepada Deadline (2/1).

Ketika Fruitvale Station menangguk sukses, Coogler kembali mendekati Sly dan menawarkan visi barunya dalam menggarap Rocky.

Sosok Rocky di tangan Coogler tidak dijadikan sosok utama, melainkan pelatih bagi Adonis Johnson Creed, anak Apollo Creed yang awalnya lawan namun kemudian jadi sahabat Rocky.

Karena tertarik dengan naskah tersebut, juga melihat energi dan antusiasme Coogler yang luar biasa, Sly bersedia kembali sebagai Rocky meski kali ini tidak bertanding di atas ring.

Bagian ketujuh dari film Rocky tersebut tidak hanya sukses secara finansial, tapi juga menghantar Stallone memenangkan penghargaan aktor pendukung terbaik di National Board of Review Award.

Sejumlah media seperti NY Post, USA Today, dan Indie Wire bahkan menjagokannya membawa pulang trofi Oscar untuk pertama kalinya lewat film ini.



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1UAS4Q9
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat