Spekulasi di balik kabar hilangnya dokter Rica

Ilustrasi - Seorang perempuan muslim sedang beribadah di Masjid Darussalam di Banda Aceh (24 Juni 2015).
Ilustrasi - Seorang perempuan muslim sedang beribadah di Masjid Darussalam di Banda Aceh (24 Juni 2015).

Sejak 30 Desember 2015, dr. Rica Tri Handayani menghilang. Perempuan asal Lampung itu turut membawa anaknya, Zafran Alif Wicaksono, yang masih balita.

Suaminya, dr. Aditya Akbar Wicaksono, melaporkan kabar hilangnya sang istri dan anaknya Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY), pada 31 Desember 2015.

Detikcom (4/1/2016) menuliskan kronologis hilangnya Rica. Pada 12 Desember 2015, Rica dan anaknya datang ke Yogyakarta dari Lampung. Mereka datang menjenguk suaminya yang tengah mengambil spesialis Ortopedi di RSUP Dr. Sardjito.

Keluarga itu sempat mengunjungi kediaman sepupunya di kawasan Maguwoharjo, Sleman pada 29 Desember 2015. Di sana, Rica dan anaknya sempat menginap. Keesokan harinya, saat bertugas di rumah sakit, Aditya mendapat kabar bahwa istri dan anaknya tidak berada di rumah. Dia mencoba menghubungi sang istri, tapi tak berhasil.

Sepasang suami istri yang juga sepupu Adit, disebut telah menjemput Rica dan anaknya dari rumah di Maguwoharjo. Alih-alih diantar ke rumah Adit, anak dan istrinya malah menghilang. Pun sepasang suami istri itu tak bisa dihubungi.

"Sepupu saya yang menjemput anak dan istri saya tak bisa saya hubungi," kata Adit, dikutip Detikcom (4/1). Adit juga mengaku tak memiliki masalah keluarga, termasuk dengan sepupunya itu.

Kabar hilangnya Rica jadi perhatian publik setelah tersebar di media sosial. Di Facebook, sebuah posting seputar kabar ini telah dibagikan lebih dari 600 kali. Kabar serupa turut beredar di aplikasi berbagi pesan.

Dari pesan yang tersebar, muncul spekulasi bahwa hilangnya Rica berkaitan dengan aktivitas organisasi ekstrem. Hal itu agaknya tak terlepas dari kabar viral, yang memuat sejumlah deskripsi bernuansa stereotip.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIY, Kombes Pol Hudit Wahyudi, menyebut bahwa Rica sempat menuliskan surat sebelum hilang.

"Dia (Rica) menulis ingin berjuang di jalan Allah. Surat itu sengaja di tinggalkan dr. Rica di rumah sepupunya sebelum pergi," kata Hudit, dikutip Kompas.com (4/1). Meski begitu di dalam suratnya, Rica berjanji tidak akan bergabung dengan Negara Islam Irak Suriah (ISIS, IS, atau Daesh).

Hudit juga menyebut surat itu "berlembar-lembar". Merujuk temuan itu, Hudit menduga bila surat tersebut telah direncanakan jauh hari. "Tidak mungkin ditulis sehari, isinya panjang, berlembar-lembar dan ditulis tangan. Jadi besar kemungkinan kepergiannya sudah direncanakan," kata Hudit.

Namun, Hudit nampak tak mau berspekulasi terlalu jauh soal kemungkinan hilangnya Rica berkaitan dengan aktivitas organisasi ektrem. Seperti dilansir Detikcom, Hudit menyebut boleh jadi alumni Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (UII) itu hanya pergi berziarah atau itikaf.

Kabar terakhir, Polda DIY mulai menemukan kemajuan dalam penyelidikan. Menurut laporan Detikcom (5/1), polisi telah mendeteksi pemilik mobil yang menjemput Rica dan anaknya di Sleman. "Kami sudah mendeteksi pemilik mobil dan posisi terakhir yang bersangkutan (dr Rica). Mohon doanya saja," ujar Hudit.

Sekadar catatan, Kepala Kepolisian RI Jenderal Badrodin Haiti, menyebut sepanjang 2015 sebanyak 408 warga negara Indonesia berangkat ke Suriah untuk bergabung dengan kelompok ISIS.

Hal serupa terungkap dalam wawancara BBC Indonesia dengan Sidney Jones, pengamat terorisme dari Institute for Policy Analysis of Conflict. Jones menyebut ada 400 warga Indonesia yang berangkat ke Suriah--bergabung dengan ISIS--termasuk perempuan dan anak-anak.

"Tapi yang menarik untuk saya, ada sekitar 130 orang yang terdiri dari perempuan dan anak di bawah umur 15 tahun karena banyak yang datang ke sana bersama keluarga," kata Jones.

Pada rentang 2010-2011, peristiwa hilangnya orang yang dikaitkan dengan aktivitas kelompok ekstrem juga sempat terjadi. Ihwal itu Anda bisa menengok hasil pencarian Google yang menunjukkan sejumlah berita ihwal hilangnya sejumlah orang, yang berkaitan dengan Negara Islam Indonesia Komandemen Wilayah 9 (NII KW-9).



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1MQAxxG
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat