Setya Novanto jadi Ketua Fraksi Partai Golkar?

Mantan Ketua DPR, Setya Novanto, mengikuti rapat paripurna ke-15 di Gedung Nusantara II, kompleks MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta, Jumat, 18 Desember 2015.
Mantan Ketua DPR, Setya Novanto, mengikuti rapat paripurna ke-15 di Gedung Nusantara II, kompleks MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta, Jumat, 18 Desember 2015.

Krisis internal di tubuh Partai Golongan Karya (Golkar) tak kunjung selesai. Problem teranyar berkaitan dengan langkah politikus organisasi politik berlambang pohon beringin, Setya Novanto, menunjuk dirinya sendiri sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Dalam lansiran sejumlah media, salah satunya Kompas, surat bagi pemimpin DPR tertanggal 4 Januari 2016 ditandangani sendiri oleh Setya. Di atas tekenan, tertulis "Pimpinan Fraksi Partai Golongan Karya DPR RI".

Isi surat menjelaskan bahwa Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar telah melakukan pergantian pemimpin fraksi. Perubahan struktur mencakup jabatan ketua fraksi, yang sebelumnya diisi Ade Komarudin, Sekretaris Fraksi, dan Ketua Badan Anggaran (Banggar). Bambang Soesatyo lengser dari posisi sekretaris digantikan Azis Syamsuddin. Ketua Banggar lepas dari genggaman Ahmadi Noor Supit untuk dipegang Kahar Muzakir. Surat pun melampirkan Surat Keputusan DPP Golkar No. KEP. 68/DPP/GOLKAR/XII/2015 tertanggal 23 Desember 2015.

Bendahara fraksi masih dijabat oleh Robert Joppy Kardinal.

Setya mengaku surat itu hanya meneruskan surat DPP Partai Golkar mengenai pergantian pemimpin Fraksi Partai Golkar di DPR.

"Kami hanya meneruskan surat Pak Ical (Aburizal Bakrie)," ujarnya dikutip Kompas pada Rabu (6/1).

Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto menyangkal perihal surat pergantian pemimpin Fraksi Partai Golkar DPR. Menurutnya, kursi Ketua dan Sekretaris FPG masing-masing masih diduduki oleh Ade Komaruddin dan Bambang Soesatyo.

"Belum ada surat penggantian pimpinan Fraksi Partai Golkar (FPG). Yang ada surat penggantian Ketua DPR, dari Setya Novanto kepada Ade Komaruddin," katanya dikutip Antara.

Bambang pun menyampaikan bahwa, hingga berita ini ditulis, belum ada proses administrasi tentang pengesahan Setya sebagai Ketua FPG.

"Setahu saya, sampai hari ini ketua fraksinya masih Akom (Ade Komarudin) dan sekretarisnya belum ada pergantian," ujarnya.

Ihwal penggantian Ketua Banggar, Bambang juga melontarkan penafian. "Pimpinan Banggar masih tetap," ungkapnya.

Pada hematnya, mengacu Undang-Undang nomor 17 tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD (MD3) dan tata tertib DPR, mekanisme pergantian pimpinan fraksi harus dilakukan melalui surat dari pimpinan pusat partai politik terkait kepada pimpinan DPR.

Kemudian, surat tersebut mesti dibahas dalam rapat Pimpinan DPR dan Badan Musyawarah serta dibacakan dalam rapat paripurna. Bambang mengaku tidak yakin mengenai kabar pergantian. Pasalnya, ujarnya, mayoritas keanggotaan Fraksi Partai Golkar diisi oleh anggota Sentra Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) sebagai pendiri partai.

"Masa sih? Kalaupun iya apa bisa? Anggota Fraksi Partai Golkar yang SOKSI ada 60-an lebih lho," katanya dikutip CNN Indonesia.

Laman Detik sempat menyinggung ihwal pergesekan faksi SOKSI versus Kosgoro (Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong), yang juga memiliki andil dalam keorganisasian partai Golkar.

Agus Noor Supit adalah Wakil Ketua Umum SOKSI, dan Bambang pengurus SOKSI. Sementara itu, Setya dan Aziz Syamsuddin dari Kosgoro.

Namun, di sisi lain, Ketua Umum SOKSI, Ade Komaruddin, justru mendapatkan posisi Ketua DPR, meski Ical sendiri berasal dari Kosgoro.



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1kNXXNu
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat