Selamat tinggal jenama ponsel Motorola

Wakil presiden Motorola, Jim Wicks, saat pengumuman masuknya kembali ponsel Motorola ke pasar Tiongkok, Januari 2015
Wakil presiden Motorola, Jim Wicks, saat pengumuman masuknya kembali ponsel Motorola ke pasar Tiongkok, Januari 2015

Bulan Agustus 2015 berita mengenai keputusan Lenovo melebur Lenovo Mobile menjadi satu jenama "Motorola" sempat muncul. Yang melatar belakangi keputusan ini adalah nama Motorola yang lebih mendunia dibandingkan Lenovo.

Namun berita tersebut ternyata hanya sebuah rumor, karena yang terjadi sekarang ini adalah kebalikannya.

COO Motorola Rick Osterloh mengatakan nama Motorola sebagai jenama gawai ponsel pintar tidak akan digunakan lagi, seperti yang diberitakan oleh Cnet, Kamis (7/1/2016).

Osterloh menjelaskan lebih lanjut saat sesi wawancara di acara Consumer Electronic Show 2016 bahwa sebenarnya nama Motorola tidak hilang sepenuhnya karena nama "Moto" masih digunakan sebagai penamaan kelompok produk Lenovo.

Techtimes menuliskan (7/1) bahwa nama "Moto" akan mewakilkan jajaran produk kelas atas sedangkan "Vibe" akan digunakan untuk produk terjangkau. Namun keduanya akan berada di bawah jenama "Lenovo".

Dalam urusan internal, penamaan Motorola juga tidak berubah, Rick Osterloh masih memeiliki jabatan Motorola Chief Operating Officer, begitu juga dalam urusan dokumen-dokumen internal, jadi hal ini hanya berpengaruh pada sisi konsumen saja.

Keberadaan Motorola Mobility memang sempat tak jelas. Setelah sempat menjadi salah satu pemain besar di dunia ponsel, Motorola mengalami kondisi keuangan yang kurang sehat sehingga kemudian pada 2011 akhirnya Motorola Mobility dijual ke Google dengan harga USD12,5 miliar atau sekitar Rp130 triliun dalam nilai tukar saat itu.

Namun selang tiga tahun kemudian Motorola Mobility kembali dijual oleh Google ke perusahaan Tiongkok, Lenovo, dengan nilai USD2.91 miliar atau sekitar Rp40 triliun. Larry Page dalam postingan blognya menjelaskan bahwa Google ternyata tidak bisa mengatasi semua hal mengenai pembuatan ponsel dan percaya dengan pengalaman yang dimiliki Lenovo, Motorola akan memiliki masa depan yang lebih baik. Google sendiri memutuskan untuk lebih fokus pada pengembangan Android.

Lenovo sebelumnya juga mencaplok divisi komputer personal perusahaan TI asal Amerika, IBM, pada tanggal 1 Mei 2005 dan berhasil menjadi salah satu pemain besar di pasar komputer dunia kini.

Semoga saja dengan keberadaan Motorola di tangan Lenovo, hal serupa juga akan terjadi, karena bagaimanapun nama Motorola telah menorehkan beragam sejarah sebagai perusahaan TI yang berfokus di bidang telekomunikasi. Salah satunya dengan ponsel StarTac, sebagai ponsel lipat pertama yang pernah diciptakan dan dijual secara massal di tahun 1996.



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1mLTgoN
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat