Salah memasang busi dapat berakibat fatal

Ilustrasi pengendara yang sedang memeriksa busi
Ilustrasi pengendara yang sedang memeriksa busi

Apabila terendam banjir, maka dapat dipastikan mesin kendaraan Anda sulit di hidupkan, bahkan mungkin mati. Anda dapat melakukan pertolongan pertama ketika kendaraan habis melintas banjir. Salah satunya dengan memeriksa komponen pengapian yang bernama busi (spark plugs).

Komponen pemicu kelistrikan ini memang secara fisik terlihat kecil, bahkan terkadang disepelekan pemilik kendaraan. Tapi tahukah Anda, bahwa tanpa busi mesin tak dapat dihidupkan. Walau ukurannya kecil, busi memainkan peranan penting dalam setiap mesin bakar.

Dalam sistem pengapian, busi berfungsi untuk memercikkan bunga api yang diperlukan untuk membakar campuran udara dan bahan bakar yang telah dikompresi. Busi memilki dua elektroda, yakni elektroda tengah dan elektroda negatif (masa).

Setelah arus listrik dibangkitkan oleh koil pengapian (ignition coil) menjadi arus listrik tegangan tinggi, kemudian arus tersebut mengalir menuju distributor, kabel tegangan tinggi, lalu ke busi. Pada busi arus melompat dari elektroda tengah ke elektroda negatif (masa) sehingga menimbulkan loncatan bunga api yang dibutuhkan untuk membakar campuran udara dan bahan bakar. Demikian seperti yang dijabarkan Kitapunya.net.

Selain berfungsi sebagai pemicu pembakaran, Fastnlow.net menuliskan lima hal yang dapat dilakukan busi pada mesin kendaraan. Salah satunya adalah jika aki pada mobil yang Anda miliki sudah soak dan tidak bisa diandalkan lagi, masih ada cadangan listrik lainnya, yakni busi. Karena di bagian tengah busi terdapat elektroda yang dihubungkan dengan kabel ke koil pengapian, sehingga tercipta listrik dengan besaran daya tertentu.

Karena fungsinya yang vital, memasang busi tidak bisa sembarangan. Salah memasang bisa mengakibatkan pengapian yang tak sempurna dan kemungkinan berujung pada rusaknya mesin.

Secara teknis, memasang busi dengan ulir (drat) pendek ke mesin yang seharusnya memakai busi dengan ulir panjang, akan berimbas pada pengapian tidak sampai ke ruang pembakaran, sehingga tak menghasilkan pengapian yang sempurna.

Sebaliknya, memasang busi drat panjang untuk mesin yang seharusnya pakai busi drat pendek lebih fatal lagi. Ujung busi yang masuk ke dalam ruang pembakaran mesin akan secara langsung berbenturan dengan ujung piston, yang pastinya akan merusak busi. Risiko lainnya adalah ujung ulir busi akan menjadi sangat panas yang mengakibatkan rusaknya juga piston.

"Maka hati-hatilah memilih busi. Pilihlah busi yang tepat saat mengganti busi, jangan asal pakai busi," terang Heri Margiraharjo, Sales Technical Engineer PT NGK Busi Indonesia, seperti dikutip Otosia.

Anda juga disarankan untuk memerhatikan pemasangan busi, sudah cukup pas dan kencang atau belum. Bila pemasangan busi kurang kencang, ia tidak dapat menghantar panas secara maksimal.

Sebaliknya, jika pemasangan terlalu kencang (kelebihan torsi), pelekat di dalam konstruksi busi bisa rusak.

"Yang juga harus diperhatikan, jangan mengencangkan busi jika mesin masih dalam keadaan panas," kata Heri.

Warta Sarana Media menjelaskan ada tiga jenis busi yang dapat anda pilih sesuai kebutuhan. Salah satunya adalah busi platinum.

Ujung elektroda yang dimiliki oleh busi jenis ini terbuat dari bahan dasar nikel, namun pusat elektroda busi ini terbuat dari platinum yang berdiameter 0,6 mm - 0,8 mm. Masa pakai busi ini mencapai 30.000 km, lebih panjang ketimbang busi standar yang berkisar pada 20.000 km. Oleh karena itu busi jenis ini cocok untuk motor yang biasa digunakan untuk perjalanan jarak jauh atau touring.

How do Spark Plugs Work - Dummies Video Guide

Spark Plug Anatomy



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1mAeSVK
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat