Resolusi Mark Zuckerberg: Kecerdasan buatan dan tantangan berlari

CEO Facebook, Mark Zuckerberg, berbicara dalam sebuah acara di markas Facebook di Menlo Park, California, Amerika Serikat (4 April 2013).
CEO Facebook, Mark Zuckerberg, berbicara dalam sebuah acara di markas Facebook di Menlo Park, California, Amerika Serikat (4 April 2013).

CEO sekaligus pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, punya kebiasaan "menantang diri" dengan membuat resolusi setiap awal tahun.

Tahun 2015 silam, Zuckerberg telah melalui tantangan untuk membaca dua buku setiap bulan, belajar bahasa Tionghoa, serta bertemu orang baru setiap hari.

Menyambut tahun 2016, apa resolusi tahun baru dari miliuner 31 tahun itu? Hal itu terjawab dalam dua status di laman Facebook miliknya.

Melengkapi rumah dengan kecerdasan buatan

Senin (4/1/2016), resolusi pertama diumumkan Zuckerberg. Ia menuturkan rencananya membangun alat-alat artificial intelligence (kecerdasan buatan) di rumahnya.

"Membangun alat-alat sederhana yang dilengkapi dengan kecerasan buatan guna membantu menjalankan pekerjaan rumah. Anda boleh berpikir, model ini seperti yang dilakukan oleh (Edwin) Jarvis dalam (film) Iron Man," tulisnya.

Zuckerberg akan memulai tantangan ini dengan menjelajahi kemungkinan atas teknologi yang telah tersedia. Misalnya, dengan mengajarkan alat-alat teknologi yang telah tersedia memahami suaranya. Zuckerberg berharap, melalui suaranya, kelak dirinya bisa menyetel musik, lampu, suhu, dan sebagainya.

Suami Priscilla Chan itu juga menyinggung soal teknologi facial recognition (pengenalan wajah). Ia membayangkan teknologi itu bisa membantunya dalam hal: "mengizinkan para sahabat karib masuk ke rumah, dengan mendeteksi wajah mereka saat menekan bel di pintu."

Wired menyebut harapan Zuckerberg itu tak jauh berbeda dengan sejumlah alat yang telah tersedia di pasaran. Misalnya, Amazon Echo, pengeras suara sekaligus pemutar musik yang bisa dikendalikan dengan suara. Contoh lain, Chui Unit, bel yang dilengkapi dengan teknologi pengenalan wajah.

Secara keseluruhan, Zuckerberg menyebut tantangan ini sebagai "kesenangan intelektual."

Tantangan berlari

Hidup sehat dan rutin berolahraga, masuk dalam daftar resolusi terpopuler di kalangan pengguna media sosial. Zuckerberg juga punya harapan yang sama, tapi lebih detail dalam membuat tantangan.

Selasa (5/1), Zuckerberg mendeklarasikan "tantangan fisik" di tahun 2016. Ia menantang dirinya untuk berlari sejauh 365 mil (sekitar 587,5 kilometer) pada tahun 2016.

Menariknya, tokoh yang baru menyandang status sebagai bapak itu turut mengajak pengguna Facebook lainnya untuk berpartisipasi dalam tantangan ini.

Secara khusus, pria dengan kekayaan sekitar USD44,7 miliar itu memperkenalkan sebuah grup Facebook bertajuk "A Year of Running". Grup tersebut dirancang sebagai tempat berbagi pengalaman selama menjalani tantangan berlari ini. Hingga artikel ini ditulis (5/1), sekitar 26 ribu pengguna telah bergabung di dalamnya.

Grup itu tak jauh berbeda dengan laman "A Year of Books" yang menjadi bagian dari resolusi Zuckerberg tahun lalu. Sepanjang tahun 2015, melalui "A Year of Books", Zuckerberg telah berbagi ide dan berdiskusi dengan ribuan orang seputar buku-buku yang dibacanya.



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1SwjMyU
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat