Razia miras, polisi diancam dan dimaki anggota DPR

Ilustrasi pemusnahan minuman keras di Mapolsek Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (23/12).
Ilustrasi pemusnahan minuman keras di Mapolsek Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (23/12).

Razia minuman keras menjelang Natal dan Tahun baru lazim dilakukan kepolisian di seluruh Indonesia. Di Kupang, Nusa Tenggara Timur, polisi yang menggelar razia justru dimaki dan diancam oleh anggota DPR. Polisi pun mengembalikan miras sitaan kepada anggota DPR itu.

Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur menggelar operasi Pekat (Penyakit Masyarakat) 6-20 Desember 2015 untuk pengamanan menjelang Natal dan Tahun Baru di kota Kupang. Selama Operasi Pekat itu, dikutip Pos Kupang, polisi menangkap 418 tersangka, mayoritas dalam kasus miras.

Natal berlangsung meriah di Kupang. Sekitar pukul 23.00, Kasubdit Narkoba Polda NTT, AKBP Albert Neno menerima telepon dari Herman Hery. Albert memimpin razia minuman keras ini. Sedangkan , Herman adalah anggota Komisi Hukum DPR Fraksi PDI Perjuangan dari daerah pemilihan NTT 2.

"Saya sedang melaksanakan kegiatan Natal di rumah. Teman, saudara, semua datang dan berjabat tangan. Tepat pukul 23.00 WIB, ada telepon dari dia (Herman)," ujar Albert di Kompleks Mabes Polri, Selasa (5/1/2016).

Albert mengenal Herman sejak lama. Dia pun menerima telepon dengan santai dan ramah. Albert membuka percakapan di telepon dengan mengucapkan selamat merayakan Natal kepada Herman.

Di ujung telepon, ternyata Herman langsung mengeluarkan makian karena razia minuman keras. Dikutip Liputan6, Ia juga menantang Albert untuk datang ke sebuah hotel. "Bawa senjata kamu lengkap, saya habisi kamu," kata Albert menirukan ancaman si penelepon itu.

Pencakapan selama lima menit itu sarat dengan makian dan ancaman. Albert langsung melaporkan kasus tersebut kepada Kapolda NTT, Brigjen Pol Endang Sunjaya agar segera melakukan pengusutan atas dugaan makian yang dilancarkan oleh anggota DPR-RI Herman Herry itu.

Herman membantah telah mengancam Neno. Menurut Hery, yang mengancam bukan dirinya tetapi stafnya bernama Ronny. Ancaman itu terjadi lantaran razia miras yang dilakukan oleh Albert Neno. "Tidak benar, karena tanpa bukti, sebab yang nelepon ke Albert adalah staf saya atas nama Ronny," kata Hery dikuti Merdeka.

Miras dikembalikan hingga pencopotan

Kapolda Nusa Tenggara Timur Brigjen Pol Endang Sunjaya mengatakan akan mengembalikan semua minuman keras (miras) milik anggota DPR-RI Herman Herry yang disita polisi dalam sebuah operasi menjelang Natal dan Tahun Baru 2016, pekan lalu.

"Saya sudah memutuskan untuk mengembalikan semua miras sitaan milik anggota DPR-RI dari F-PDI Perjuangan itu dari restoran Bir and Barrel miliknya di Jalan Timor Raya, belum lama ini," katanya dikutip Republika., Kamis 31 Desember 2015.

Tak lama, muncul Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2718/XII/2015 pada 31 Desember 2015 yang menyatakan Endang Sunjaya dimutasi ke Inspektorat Wilayah III Itwasum Mabes Polri. Kepala Polda digantikan Brigjen Widiyo Sunaryo yang sebelumnya bertugas di Div Hubinter Mabes Polri

Endang membantah kalau pergeseran tersebut terkait penanganan kasus miras Herman Hery. "Saya sudah satu tahun setengah bertugas. Semua boleh menilai apa yang saya lakukan. Dimanapun saya bertugas siap melaksanakan. Nggak ada kaitan dengan masalah ini," ujar Endang dikutip RMOL.

Endang mengatakan kasus ini diserahkan ke Bareskrim Polri agar dinilai netral. Ia menambahkan akan terus memperjuangkan anak buahnya, Albert yang mendapat intimidasi berkaitan dengan tugasnya.

Selain dilaporkan ke bareskrim, Herman juga diadukan ke Mahkamah Kehormatan Dewan oleh Lembaga Advokasi Kebijakan Publik serta Forum Pemuda dan Mahasiswa NTT.

Siapa Herman Hery?

Herman terpilih sebagai anggota DPR selama dua periode sejak 2004. Meski mewakili daerah miskin di Indonesia, Herman terkenal dengan gaya glamor.

Ia pernah disorot karena sering menggunakan mobil Bentley yang nlainya sekitar Rp7 miliar. "Memang salah kalau anggota DPR kaya? Saya ini pengusaha. Yang jadi masalah kalau belinya hasil korupsi, saya tidak pernah terlibat korupsi," kata Herman dikutip Inilah.com.

Dalam penelusuran berbagai artikel di Internet, Herman sering dikaitkan dengan bisnis minuman keras. Wikipedia Indonesia menyebutkan langsung bahwa pria kelahiran Ende, Flores pada tanggal 26 November 1962 ini adalah pengusaha minuman keras.

Dikutip Kompas.com, Herman mengatakan membekingi pengusaha yang minuman kerasnya disita polisi. "Bahwa saya membekingi mereka pengusaha kecil, ya harus saya bekingilah. Itu rakyat yang pilih saya. Itu konstituen saya," ujar Herman, Selasa (5/1/2016).

Atas dasar itu Herman Herry pun menelepon Albert --sebelumnya, Herman mengatakan bahwa stafnya yang menelepon. Dia memprotes penggerebekan dan penyitaan minuman keras kafe yang dirazia Albert beserta jajarannya memiliki izin menjual minuman keras.

"Maksud saya, kenapa yang berizin juga disita? Gitu loh. Wajar dong saya begitu karena para pengusaha itu punya izin, jadi ya dibantu saja dong," ujar dia. Herman mengaku sudah meminta maaf kepada Albert.



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1SyYvof
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat