Polisi tangkap pendukung logistik jaringan Santoso

Sejumlah wartawan mengamati rekaman video kegiatan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Poso pimpinan Santoso yang ditunjukkan di Mapolda Sulteng di Palu, Kamis (31/12). Dari serangkaian Operasi Camar Maleo yang dilakukan polisi bersama TNI di Poso, sedikitnya 7 teroris ditembak mati dan 24 tertangkap dan mengakibatkan gugurnya 2 personel polisi dan 4 luka.
Sejumlah wartawan mengamati rekaman video kegiatan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Poso pimpinan Santoso yang ditunjukkan di Mapolda Sulteng di Palu, Kamis (31/12). Dari serangkaian Operasi Camar Maleo yang dilakukan polisi bersama TNI di Poso, sedikitnya 7 teroris ditembak mati dan 24 tertangkap dan mengakibatkan gugurnya 2 personel polisi dan 4 luka.

Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah meringkus tujuh orang yang diduga anggota teroris kelompok Santoso, Kamis (1/1/2016). Mereka ditangkap di tempat persembunyiannya Desa Tayawa, Kabupaten Tojo Unauna dan Desa Malino, Kabupaten Morowali Utara.

Dari tujuh terduga teroris itu polisi membuka inisial enam orang. "DR, R, S, SUT, SUB, AP," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen Agus Rianto, seperti ditulis Kompas, Jumat (1/12/2016). Mereka, kata Agus, mengetahui persembunyian Santoso.

Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah Brigjen Pol Idham Azis, demikian Antaranews menulis, menduga ketujuh orang ini operator aksi teror kelompok Santoso.

Satu dari tujuh orang itu diduga pernah menyembunyikan Santoso di kediamannya.

"AP, 38 tahun asal Lage, Poso. (Perannya) pendukung logistik dan pernah sembunyikan Santoso di rumahnya," ujar Suharsono.

Sedangkan tiga orang lainnya punya peran berbeda. DR (25) asal Labuan, Poso berperan sebagai pendukung logistik, SUB (30) asal Tojo Tauna sebagai tim logistik dan R alias A (19) asal Poso Kota sebagai kurir logistik.

Santoso dan 31 anak buahnya yang diyakini telah dibaiat menjadi anggota ISIS, diduga masih bersembunyi di hutan-hutan wilayah Poso pesisir sampai Sausu, Kabupaten Parigi dan Napu, Kabupaten Poso.

"Wilayah pergerakan mereka ada di dalam kawasan hutan seluas sekitar 2.400 kilometer persegi," kata Idham.

Menurut Idham, penangkapan ini merupakan bagian dari Operasi Camar Maleo IV. Operasi ini akan berakhir 9 Januari mendatang. Selama operasi, kata dia, polisi telah menangkap 24 orang terduga teroris.

Dari jumlah itu, tujuh orang di antaranya tewas dan 17 lainnya sedang menjalani proses hukum. Tak hanya terduga teroris, dalam operasi itu 2 polisi, 1 tentara tewas dan 4 polisi terluka.



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1OBJz9k
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat