Polaroid merambah pasar ponsel pintar

Ilustrasi kamera Polaroid
Ilustrasi kamera Polaroid

Jika mendengar nama Polaroid, yang muncul pertama kali di kepala kita pasti sebuah kamera analog berdesain kotak yang khas dan secara instan bisa mencetak foto yang baru saja diambil.

Walau pada awalnya didirikan sebagai sebuah perusahaan lensa dan kaca mata riben pada 1937, bisnis perusahaan asal Amerika Serikat ini kemudian berkembang dan menjadi tenar karena kamera instan yang pertama diperkenalkan pada 1948.

Kini, perusahaan yang sempat dua kali menyatakan bangkrut pada 2001 dan 2008 sebelum kemudian diakuisisi oleh PLR IP Holdings, Polaroid kini mencoba peruntungan dengan meluncurkan ponsel pintar produksi perdana mereka.

Pada acara Consumer Electronics Show (CES) 2016, perusahaan berkantor pusat di Minnesota, Amerika Serikat ini memperkenalkan dua ponsel pintar bersistem operasi Android yang diberi nama Polaroid Snap dan Polaroid Power seperti dilansir PhoneScoop, Rabu (6/1/2016).

Berikut spesifikasi dari ponsel Power yang menduduki posisi jajaran ponsel kelas atas Polaroid:

  • Dukungan 4G LTE
  • Layar 6-inci FullHD 1080p
  • Prosesor delapan inti 64-bit
  • RAM 3GB
  • Memori internal 32GB (dukungan microSD)
  • Kamera utama 13MP dual LED flash
  • Kamera depan 8MP LED flash
  • Android 5.1.1 dengan pembaruan 6.0
  • Baterai 3000mAh
Ponsel Polaroid Power
Ponsel Polaroid Power

Sedangkan Snap berspesifikasi lebih rendah, seperti:

  • Dukungan 4G LTE
  • Tiga pilihan layar HD 720p (5-inci; 5,5-inci; 6-inci)
  • Prosesor empat inti
  • RAM 1GB/2GB
  • Memori internal 8GB/16GB (dukungan microSD)
  • Kamera utama 13MP LED flash
  • Kamera depan 5MP LED flash
  • Android 5.1.1 dengan pembaruan 6.0
Ponsel Polaroid Snap
Ponsel Polaroid Snap

Tak ada yang istimewa dari kedua ponsel tersebut. Spesifikasi dan fitur yang diberikan juga standar layaknya kebanyakan ponsel yang beredar saat ini. Tidak nampak juga ciri khas yang langsung membuat orang mengetahui bahwa ponsel tersebut dibuat oleh Polaroid.

Mengikuti ponsel Pepsi yang diumukan belum lama ini di Tiongkok, Polaroid juga sekedar memberikan lisensi jenama mereka saja, karena kedua ponsel ini sebenarnya didesain dan dimanufaktur Southern Telecom, sebuah perusahaan elektronik Amerika yang menjadi rekan kerja Polaroid dalam memproduksi gawai non-kamera.

Polaroid lebih menekankan sistem unlocked di kedua ponsel ini, sehingga pengguna tidak usah mengambil pusing mengenai keterikatan kontrak. Karena memang mayoritas ponsel pintar di regional Amerika dijual menggunakan sistem kontrak dua tahun.

Harga banderol juga tidak tinggi. Untuk Polaroid Power dijual di harga USD249.99 (Rp3,5 juta) dan mulai tersedia pada bulan Maret. Sedangkan ketiga jenis Polaroid Snap akan tersedia dalam empat pilihan warna seperti merah muda, biru, hitam, dan putih, mulai bulan depan dengan harga jual dari USD129.99 (Rp1,8 juta) hingga USD179.99 (Rp2,5 juta) sesuai dengan besaran ukuran layar.



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1SBUWh3
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat