Perusahaan di balik film Superman dan Batman dibeli orang terkaya Tiongkok

Wang Jianlin (kanan), ketua Wanda Group berjabat tangan dengan Thomas Tull, pemilik dan CEO Legendary Pictures, dalam acara di Beijing (12/1/2016).
Wang Jianlin (kanan), ketua Wanda Group berjabat tangan dengan Thomas Tull, pemilik dan CEO Legendary Pictures, dalam acara di Beijing (12/1/2016).

Dalian Wanda Group, sebuah kelompok konglomerat Tiongkok telah secara resmi membeli studio Legendary Entertainment, yang bermarkas di California, Amerika Serikat, dengan uang senilai USD3,5 miliar (Rp48,4 triliun).

Dikutip dari Reuters, dalam konferensi pers di Beijing, Selasa (12/1/2016), ketua Wanda Grup Wang Jianlin mengatakan ia ingin menggabungkan Legendary dengan aset produksi Wanda Cinema di Tiongkok dan akan menjual saham dengan melakukan penawaran saham perdana (IPO).

"Wanda Cinema telah memiliki perkembangan yang luar biasa di Tiongkok, namun tidak cukup," ujar pria terkaya di Tiongkok ini.

Wang mengatakan bahwa properti intelektual milik Legendary akan memungkinkan kesempatan besar untuk produksi gabungan, untuk meningkatkan turisme dan minat terhadap budaya Tiongkok dan AS.

Pembelian Legendary membuat Wanda menjadi perusahaan Tiongkok pertama yang memiliki sebuah studio besar di Hollywood, sebuah tanda berkembangnya kekuatan negeri Tirai Bambu itu di dunia perfilman.

Meski Legendary telah dibeli Wanda, pendiri dan CEO Legendary Thomas Tull masih melanjutkan pekerjaannya mengepalai studio di balik film-film blockbuster seperti Jurassic World (2015), Man of Steel (2013) dan Godzilla (2014) ini.

Wanda sendiri didirikan di Dalian, sebuah kota di timur laut Tiongkok. Kini bermarkas di Beijing, Wanda sudah menjadi operator film bioskop terbesar di dunia.

Di tahun 2012, mereka telah membeli AMC Entertainment Holdings Inch, jaringan bioskop terbesar kedua di Amerika Utara.

Mereka juga sudah memiliki perusahaan bioskop Hoyt's Group asal Australia. Wanda Cinema Line Corp sendiri merupakan penyelenggara bioskop terbesar di Tiongkok.

Mengenai masalah sensor oleh pemerintah Tiongkok, Wang tidak kuatir. "Saya ini pebisnis. Saya beli sesuatu agar bisa menghasilkan uang, jadi saya tidak peduli mengenai kepentingan pemerintah," ujar pria berumur 61 tahun ini.

Legendary Pictures didirikan oleh Thomas Tull pada tahun 2000. Mereka pertama kali dikenal sebagai perusahaan di balik trilogi Batman karya Christopher Nolan, diikuti film mengenai Superman, Man of Steel di tahun 2013.

Perusahaan ini juga turut membuat beberapa film dengan pendapatan mentereng, seperti 300 (2007), Inception (2010), Godzilla (2014), Interstellar (2014) dan yang paling berkilau: Jurassic World (2015) yang meraih USD 1,6 miliar di seluruh dunia, menurut data BoxOffice Mojo.



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1PVnYFV
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat