Peringatan dini Juergen Klopp untuk Pep Guardiola

Pep Guardiola (kanan) dan Juergen Klopp dalam pertandingan Bundesliga pada 1 November 2014
Pep Guardiola (kanan) dan Juergen Klopp dalam pertandingan Bundesliga pada 1 November 2014

Saat Rafael Benitez (55) menjalani masa kepelatihan kedua di Italia bersama klub Napoli (2013-2015), pelatih asal Spanyol itu mengemukakan perbedaan sepak bola "negeri pizza" dengan Liga Premier Inggris. Sepak bola Italia dinilai tergila-gila pada taktik.

Dilansir Italian Football (2014), Benitez dalam sebuah jumpa pers mengatakan; "Liga Premier berbeda dengan Serie A. Di Inggris, permainan berlangsung dalam tempo tinggi. Sementara di Italia lebih berat pada taktik."

Terbaru, manajer Liverpool Juergen Klopp (48) punya kesan berbeda soal Liga Premier. Bahkan manajer asal Jerman itu mengarahkan pengamatannya untuk pelatih Bayern Muenchen Pep Guardiola yang bakal pindah ke Inggris mulai musim 2016-17.

Salah satu perbedaan mendasar antara Liga Premier dengan Bundesliga Jerman, menurut Klopp, soal jumlah pertandingan. Untuk perbandingan, demikian ditulis The Times (media daring berbayar), Liverpool punya 36 pertandingan untuk dimainkan hingga akhir musim. Sedangkan sisa pertandingan Bayern adalah 31 serta punya libur natal dan akhir tahun.

Kemudian Klopp menunjukkan bagaimana manajer klub di Inggris akan menghadapi ujian besar ketika pindah dari negara seperti Jerman. Eks pelatih Borussia Dortmund itu menunjukkan kewajiban menjalani partai ulangan (replay) apabila bermain imbang di Piala FA. Kebetulan Liverpool harus melawan Exeter lagi usai bermain 2-2 pada Jumat (8/1/2016).

"Ada perbedaan besar soal jumlah pertandingan. Ketika saya datang, saya tak tahu ada dua putaran semifinal Piala Liga Inggris. Di Jerman, ketika Anda bermain imbang di Piala FA maka Anda akan melanjutkan adu penalti dan tambahan waktu. Tapi di sini, hal itu terjadi setelah pertemuan kedua. Di sini segalanya soal jumlah pertandingan," ujar Klopp.

Diwartakan Goal.com, Klopp menunjukkan karena jumlah pertandingan yang banyak itu, jadwal menjadi padat. Untuk mengatasinya, menurut Klopp, manajer harus merancang aktivitas latihan pramusim yang sempurna demi kalender panjang.

Persoalannya, aktivitas pramusim akan dirasakan Klopp pada musim panas nanti lantaran dia masuk Liverpool pada Oktober 2015 atau saat Liga Premier sudah berlangsung.

Juergen Klopp (kiri) dan Pep Guardiola dalam jumpa pers sebelum pertandingan final Piala DFB Jerman di Berlin, 16 Mei 2014
Juergen Klopp (kiri) dan Pep Guardiola dalam jumpa pers sebelum pertandingan final Piala DFB Jerman di Berlin, 16 Mei 2014

Namun demikian, Klopp yakin Pep tahu apa yang harus diperbuat saat nanti mulai melatih di inggris. Pep (44), yang sukses berat bersama Barcelona pada kurun 2008-2012, diprediksi secara luas akan menggantikan Manuel Pellegrini di Manchester City.

"Pep sudah pasti sangat berpengalaman. Saya yakin dia akan beli beberapa pemain dan membentuk tim bagus. Mungkin dia akan punya 35 pemain. Saya tak perlu memberitahu Pep karena dia sudah pengalaman," ujar Klopp.



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1OKcXbo
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat