Pentingnya menyukai pekerjaan

Mengejar passion mungkin penting. Namun sebaiknya kita realistis.
Mengejar passion mungkin penting. Namun sebaiknya kita realistis.

Ada begitu banyak orang terkenal menyarankan kita melakukan apa yang kita suka dalam hidup sebagai pekerjaan. Padahal selama ini, kita mungkin punya pemahaman keliru.

Penulis Miya Tokumitsu dalam bukunya berani mengklaim jargon "Do what you love" (DWYL) sebagai salah satu kebohongan tentang sukses. Menurut Tokumitsu, DWYL adalah sebuah gagasan destruktif. Kemewahan yang hanya dapat dinikmati segelintir orang.

Editor eksekutif Business Insider Jay Yarow punya persepsi yang kurang lebih sama. Hal itu ia ungkapkan pada CEO Ritholtz Wealth Management, Josh Brown.

Brown kala itu mengajukan pertanyaan 'Apa yang Anda pelajari pada 2015?'. Yarow menjawab, "Anda harus mencintai pekerjaan Anda, bukan mengerjakan hal yang Anda suka."

"Banyak orang bilang kia harus mengejar mimpi atau passion. Menurut saya, orang sukses tidak melakukan itu. Malah mereka jatuh cinta pada pekerjaan mereka. Itu lebih penting," papar Yarow dilansir Business Insider.

Dulu Yarow bermimpi punya koran. Dalam realita, Ia bekerja serabutan kemudian menjadi jurnalis. Sejak itu, Yarow jatuh cinta pada profesinya.

"Menulis, melaporkan, kreativitas di dalamnya, khususnya perusahaan ini, bagaimana saya mampu membantu membangun sebuah jenama media baru," Yarow bercerita.

Kini Yarow menengok ke belakang dan melihat bagaimana pekerjaannya seperti tali yang mengikat segala passion yang Ia miliki. Padahal, saat memulai, Ia tak tahu akan menikmati semua ini. Ini kata kuncinya.

Yarow mengambil contoh kisah sukses Steve Jobs. Dari situ Ia memetik pelajaran. Kita perlu menyukai pekerjaan kita.

Karena dengan demikian, pekerjaan berubah menjadi passion. Hasil kerja pun memuaskan, hidup kita juga bahagia.

Jika Anda terlanjur terjebak mengejar passion, tak perlu khawatir. Masih ada jalan keluar.

Bagi yang masih ragu, Forbes membagikan lima alasan mengapa mengejar passion tak disarankan.

  1. Akan lebih baik jika kita sadar akan ketidaktahuan tentang passion yang Anda miliki, daripada punya rasa percaya diri selangit dalam passion yang palsu. Demikian saran pengajar Dave Evans.
  2. Uang belum tentu mengikuti kerja Anda. Karena itu, keputusan karir bukan tentang 'Apa yang paling kita suka?' melainkan, hidup seperti apa yang kita inginkan. Saran Penelope Trunk.
  3. Memburu passion bisa jadi distraksi dari hidup di masa kini. "Dunia ini penuh dengan pebisnis gagal yang diam-diam meyakini mereka seharusnya jadi seniman, penulis, atau aktor." Itu kutipan terkenal dari Thomas Merton.
  4. Hal yang Anda suka bisa berubah jadi menyebalkan saat sudah menjadi pekerjaan.
  5. Mengejar passion bisa membawa kita pada jalan buntu. Penulis Cal Newport menyarankan kita mengidentifikasi keahlian yang langka dan memiliki nilai tinggi dalam pekerjaan. Latih terus, hingga menjadi modal agar kelak Anda bisa membuat sejumlah pilihan karir.


from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1ILJEVx
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat