Peneliti ubah Apple Watch jadi pengendali drone

Ilustrasi Parrot AR Drone 3.0
Ilustrasi Parrot AR Drone 3.0

Sejak Apple Watch dirilis, mungkin belum terbayang apa saja yang bisa dilakukan sebuah jam tangan cerdas. Lalu beberapa aplikasi berkembang, misalnya untuk mengatur temperatur ruangan, memantau posisi mobil Uber yang dipesan lewat aplikasi ponsel cerdas, atau membuka pintu dengan kunci digital.

Bagi ilmuwan asal Taiwan, jam tangan cerdas buatan Apple tersebut juga bisa dipakai mengendalikan pesawat drone, alias pesawat nirawak. Lewat gestur atau gerakan tangan yang mengenakan jam tangan cerdas itu, pengguna bisa mengubah arah drone.

Apple Watch yang menerjemahkan gerakan tangan pengguna, meneruskannya ke pesawat laiknya pengendali jarak jauh biasa. Pilot pesawat nirawak kini bisa berlagak seperti Tony Stark si Iron Man, atau mengendalikan Droid BB-8 dalam film Star Wars. Bedanya, kali ini bukan sebuah adegan film, tapi sebuah kenyataan.

Kedua ilmuwan tersebut adalah Mark Ven dan professor-nya di National Chung Hsing University, Yang Ming-der. Mark adalah kandidat gelar doktor (PhD) Teknik Sipil di universitas itu. Bersama tiga orang lainnya, mereka mendirikan sebuah startup teknologi bernama PVD+. Mereka menciptakan perangkat lunak bernama Dong.

Using The Force? No, it's an Apple Watch flying this drone

Dong adalah perangkat lunak dengan algoritma khusus untuk mengubah gerakan tangan menjadi perintah yang dimengerti mesin komputer. Seperti dilansir Reuters (h/t AOL) algoritma yang mereka kembangkan selama hampir 18 bulan, dapat dipasang untuk beragam aplikasi, termasuk di Apple Watch.

Kemampuan Dong menerjemahkan perintah dari gestur diuji coba di Park Lane Department Store, di Gongyi Road, Taichung City, Taiwan. Mark Ven dan kawan-kawan mendemonstrasikan bagaimana drone berjenis Parrot AR Drone 3.0, dapat dikendalikan hanya dengan menggerakkan tangan yang mengenakan Apple Watch.

"Sebelumnya kita butuh pengendali drone yang rumit, tapi sekarang kita bisa menggunakan peranti yang dikenakan di tangan, dan cukup melalui gerakan tangan, bisa langsung berinteraksi dengan drone tersebut," ujarnya kepada Reuters.

Menurut Apple Insider, teknologi gyroscope dan accelerometers yang dimiliki Apple Watch, dimanfaatkan Dong untuk menjembatani gerakan tangan penggunanya dengan aplikasi pada jam tangan cerdas tersebut.

Selain bereksperimen dengan drone, Ven dan timnya juga memanfaatkan Dong untuk perintah berbasis gestur seperti mematikan lampu lewat tepukan tangan, bahkan mengubah warna lampu dengan menuliskan huruf yang sesuai.

"Saat menepuk tangan dua kali, lampu akan hidup, karena mendeteksi gerakan tangan. Saat tangan saya menuliskan huruf "R" di udara, lampu merah (red) akan menyala. Untuk menyalakan lampu berwarna kuning (yellow), saya tinggal menuliskan huruf "Y". Untuk mematikan lampu, tinggal menepuk tangan lagi dua kali," ungkap Ven.

Selama proses ini, menurut Mark, gerakan tangan dan komputer berkomunikasi dan berinteraksi lewat antarmuka manusia-komputer (Human Computer Interface), memanfaatkan teknologi internet of things (IoT), dan peranti pakai. Tim PVD+ kini sedang mengajukan paten untuk karyanya tersebut.

Namun eksperimen ini belum sempurna. Komunikasi antarperanti masih terpengaruh angin dan faktor alam lainnya. Penggunaannya pun masih boros batere, hanya bertahan selama kurang lebih 20 menit. Selain itu, Mark dan PVD+ bukanlah yang pertama mengembangkan teknologi interaksi manusia dengan komputer.

Myo - An Armband That Gives You Superpowers

Pengembangan teknologi pengendali nirkabel lewat gestur tangan, juga sudah ramai dikembangkan belakangan ini. Thalmic Lab misalnya, juga mengembangkan teknologi serupa, namun dengan peranti kerasnya sendiri yang diberi nama Myo.

Myo adalah peranti pakai berbentuk gelang dengan teknologi electromyography (EMG). Teknologi ini dapat memantau gerakan tangan (bahkan jari) melalui aktivitas elektris dari otot manusia, dan menerjemahkannya seketika menjadi perintah untuk komputer.

Myo telah diaplikasikan untuk mengendalikan beberapa aplikasi dasar di komputer, misalnya untuk bermain game, atau untuk presentasi. Presenter dapat mengendalikan salindia pada Microsoft PowerPoint atau Keynote-nya Apple di komputer, dengan menggerakkan tangan tanpa harus menyentuh komputer.

Myo pun dapat digunakan untuk mengendalikan berbagai gawai, termasuk pesawat drone, seperti yang ditunjukkan pada video mereka. Bila Anda tertarik, harga sebuah Apple Watch masih dua kali lebih mahal dari Myo. Apple Watch termurah dibanderol sekitar USD349 (Rp4,8 juta), sedangkan Myo hanya sekitar USD199 (Rp2,7 juta).



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1UohXTg
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat