Pemerintah klaim temukan cadangan eksplorasi migas 21,8 miliar barel

Pekerja di sumur minyak Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) PetroChina di kawasan Sele, Sorong, Papua, April 2008. Pada 2015, Pemerintah mengklaim menemukan cadangan eksplorasi 21,8 barel setara minyak.
Pekerja di sumur minyak Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) PetroChina di kawasan Sele, Sorong, Papua, April 2008. Pada 2015, Pemerintah mengklaim menemukan cadangan eksplorasi 21,8 barel setara minyak.

Pemerintah mengklaim menemukan cadangan eksplorasi migas (minyak dan gas). Dalam paparan pencapaian kinerja pemerintah di akhir tahun, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said menyatakan menemukan cadangan eksplorasi migas sebesar 21,8 miliar barel setara minyak.

Ketua Komite Eksplorasi Nasional (KEN) Andang Bachtiar mengatakan dari cadangan tersebut, ada 5,2 miliar barel yang sudah terbukti (proven reserve). Cadangan yang sudah terbukti itu terdiri dari 2,7 miliar barel minyak dan 14 triliun kaki kubik gas. Cadangan ini berasal dari 108 struktur sumur yang sudah dibor dan sudah diuji memiliki kandungan migas. Akan tetapi belum ditingkatkan statusnya menjadi cadangan nasional.

Sedangkan sisanya 16,6 miliar barel berasal dari 120 struktur sumur yang jadi target eksplorasi dari kontraktor kontrak kerja sama (KKKS). Sumur ini sudah dibor tapi belum sempurna dan masih butuh pengeboran lebih lanjut. Namun tahun lalu, para kontraktor tidak menganggap sumur-sumur ini sebagai prioritas untuk dieksplorasi. "Semoga tahun 2016 sumur migas tersebut sudah masuk rencana pengembangan KKKS dan menjadi cadangan nasional," ujar Andang seperti dikutip dari KataData.co.id.

Dengan tambahan ini setidaknya bisa memperbaiki cadangan migas nasional yang selama ini tergerus. Data Kementerian ESDM menyebut, tahun lalu cadangan minyak Indonesia turun 0,95 persen menjadi hanya 7,30 miliar barel. Sementara cadangan gas naik 1,36 persen menjadi 151,33 triliun kaki kubik.

Klaim temuan ini selaras dengan pembentukan Komite Eksplorasi Nasional (KEN). Saat pembentukannya, pada Mei 2015 lalu, Menteri Sudirman menargetkan setidaknya dalam waktu lima tahun, cadangan minyak dan gas Indonesia akan bertambah. "Komite ini akan mendorong eksplorasi besar-besaran karena kita sadar cadangan kita terus menipis," ujar Sudirman, Mei lalu seperti dikutip dari Antaranews.com.

Aspek yang dikaji KEN mulai dari eksplorasinya di lapangan, koordinasi antar pusat dan daerah, dan sampai hal teknis termasuk bagaimana memperbaiki iklim investasi supaya semakin banyak eksplorasi.

Indonesia pernah punya cadangan terbukti minyak bumi sampai 27 miliar barel. Tapi sudah diproduksi 22,9 miliar barel. "Sisanya tinggal 3,7 miliar barel," ujar Kepala Bagian Humas Satuan Kerja Khusus Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Elan Biantoro, September lalu, seperti dikutip Detik Finance.

Dengan cadangan terbukti 3,7 miliar barel, produksi minyak Indonesia hanya akan bertahan selama kurang lebih 10-11 tahun, karena setiap tahun, jumlah minyak yang diproduksi adalah 360 juta barel. Dengan tambahan cadangan terbukti ini, secara kasar, maka produksi minyak Indonesia masih bisa bertahan selama kurang lebih 25 tahun.



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1O2lKnB
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat